Mobil Hantam Rumah Warga, Bukti Bahaya Pengaruh Alkohol Saat Berkendara

Kompas.com - 05/01/2022, 17:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan lalu lintas bisa disebabkan berbagai hal. Salah satu dan yang paling banyak terjadi karena pengendara melakukan pelanggaran.

Selama ini, banyak kecelakaan yang terjadi karena pengemudi dalam kondisi mabuk usai mengonsumsi minuman keras (miras). Contohnya terjadi di Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, Rabu (5/1/2022).

Kapolsek Tepus AKP Jarwanto mengatakan, kecelakaan bermula saat mobil Isuzu Panther melaju dari arah Wonosari ke arah pantai. Setibanya di Tanjakan Prigi, Padukuhan Sidhoarjo, Kelurahan Tepus, mobil menabrak rumah milik Cecep Sumarno.

Baca juga: Mengenal Jenis Pelat Nomor Kendaraan di Indonesia

Dari keterangan saksi, Jarwanto mengatakan, pengemudi sempat membeli dan mengonsumsi minuman keras.

“Dalam kecepatan tinggi bersikap ugal-ugalan, ketika sampai di Tanjakan Prigi mobil justru tancap gas dan kecepatan mobil semakin tinggi di TKP. Karena tak bisa mengendalikan kemudi, maka mobil langsung menabrak rumah warga,” ucap Jarwanto dalam keterangannya.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, pengemudi harus paham ketika mabuk kendali penuh dirinya ada pada alkohol tersebut.

Saat mengemudi, dibutuhkan kewaspadaan yang tinggi dan fokus pengemudi harus 100 persen berada pada kendaraan.

Mengonsumsi alkohol sedikit atau banyak tetap akan membuat mabuk, seharusnya pengemudi sadar dan mengambil keputusan untuk tidak mengemudi.

Ilustrasi berkendara.Thinkstock Ilustrasi berkendara.

Mabuk ketika mengemudi akan membuat tidak fokus, pandangan mata tidak terarah. Jangankan untuk mengontrol kendaraan, menjaga keseimbangan diri sendiri saja tidak bisa. Sehingga, ketika pengemudi harus mengambil keputusan, responsnya akan sangat lambat,” ujar Sony.

Sony melanjutkan, saat pengemudi dalam keadaan mabuk dan memutuskan untuk berkendara, artinya sudah melanggar UU Lalu Lintas Pasal 311. Kalau sampai ada nyawa yang hilang, harusnya dikenakan lagi Pasal 340 tentang pembunuhan berencana.

“Kenapa? Karena yang bersangkutan sudah paham risikonya, namun tetap melakukan hal tersebut,” kata dia.

Baca juga: Mengenal Jenis Pelat Nomor Kendaraan di Indonesia

Sanksi

Untuk pengemudi yang terbukti mabuk saat mengendarai kendaraan, akan dikenakan Pasal 311 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Ilustrasi mengantuk saat berkendara.albayan Ilustrasi mengantuk saat berkendara.

Pasal yang dijeratkan untuk pengemudi mabuk yakni Pasal 311 ayat (1) berbunyi:

Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan cara atau keadaan yang paling membahayakan bagi nyawa atau barang dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp 3.000.000,00 (tiga juta rupiah).”

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.