Langkah Pemerintah Optimalkan SPKLU di Indonesia

Kompas.com - 05/01/2022, 15:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah terus mendorong pertumbuhan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di dalam negeri.

Hal ini sejalan dengan realisasi pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Indonesia yang sudah mencapai 219 unit.

Namun, nyatanya angka tersebut masih jauh dari target yang seharusnya mencapai 572 unit pada tahun 2021.

Berkaca dari kondisi ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah merevisi Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 13 Tahun 2020 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Baca juga: Lupa Rem Tangan, Mobil Jip Mundur Saat Parkir

Ida Nuryatin Finahari, Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian EDSM mengatakan, perubahan regulasi ini sebagai upaya pemerintah mendukung akselerasi ekosistem kendaraan listrik.

Sejumlah perubahan yang akan dimasukan dalam revisi Permen ESDM tersebut yakni adanya kemungkinan badan usaha baik swasta maupun PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk membangun jenis SPKLU secara terpisah.

SPKLU PLN Ultra ChargingPLN SPKLU PLN Ultra Charging

Artinya SPKLU yang dibangun dapat berupa ultra fast charging atau medium fast charging maupun fast charging.

Hal ini mengingat dalam aturan, pembangunan SPKLU harus dilakukan satu paket, sehingga seluruh jenis charging harus dibangun.

“Jika dengan tiga konektor mahal dan perubahan ini diharapkan pertumbuhan SPKLU bisa masif di 2022,” ujar Ida, dikutip dari Kompas.com (4/1/2021).

Baca juga: Lupa Rem Tangan, Mobil Jip Mundur Saat Parkir

Dengan adanya revisi ini diharapkan bisa meningkatkan pengusaha untuk terlibat. Tak hanya itu, para badan usaha pun turut diberi keuntungan lawat penerapan tarif curah.

Dalam regulasi terbaru nantinya Pemerintah juga bakal mengatur soal motor listrik yang belum terfasilitasi dalam regulasi eksisting.

“Revisi sudah berlangsung, target triwulan I 2022 bisa selesai. Mudah-mudahan bisa dipercepat revisi permen,”

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.