Kecelakaan Truk Karena Rem Blong Masih Kerap Terjadi di Indonesia

Kompas.com - 01/01/2022, 09:42 WIB
Rem truk blong di Balikpapan INSTAGRAM/ROMANSASOPIRTRUCKRem truk blong di Balikpapan

JAKARTA, KOMPAS.comKecelakaan yang melibatkan truk kembali terjadi di Indonesia. Kejadian ini berlangsung di Balikpapan, tepatnya di lampu merah Balikpapan baru, turunan Jl MT Haryono, Jumat (31/12/2021).

Pada video yang diunggah akun Romansa Sopir Truck di Instagram, terlihat rekaman dari kecelakaan tersebut. Belum ada kabar pasti apa penyebab kecelakaan, namun dugaan sementara adalah karena truk yang alami rem blong.

Salah satu penyebab dari truk yang alami rem blong adalah kurangnya kompetensi pengemudi. Kebanyakan pengemudi truk hanya sekadar bisa mengemudi, tapi tidak mengerti cara pengoperasian truk yang benar.

Baca juga: Avanza Lane Hogger Bikin Kesal Berjalan Lambat di Sisi Kanan Tol

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Slamet Ariadhy (@romansasopirtruck)

 

 

Mengenai kecelakaan, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, di Indonesia sekolah mengemudi untuk pengemudi truk masih minim yang berefek kurangnya kompetensi pengemudi.

“Dari mana mereka dapat izin mengemudi? Enggak ada pelatihan sekolahnya. Memang ada sekolah swasta tertentu namun jumlahnya sedikit,” ucap Jusri kepada Kompas.com, belum lama ini.

Kecelakaan truk masih sering terjadi, sudah sepatutnya mengenai kompetensi pengemudi harus ditingkatkan. Jangan sampai semua pengemudi truk yang ada di jalanan hanya mengandalkan pengalaman saja tanpa adanya edukasi.

Baca juga: Bedanya Pengemudi Teredukasi dan Tidak di Jalan Raya

Truk menghantam pagar Mal Bekasi Cyber Park, Kamis (2/12/2021).ISTIMEWA Truk menghantam pagar Mal Bekasi Cyber Park, Kamis (2/12/2021).

“Pendekatannya bisa seperti untuk yang ingin mengajukan SIM, harus melalui proses training dari sekolah truk yang di endorse oleh Polisi tentunya, di mana metodologi dan substansi training sudah dapat approval dari Polisi, sesuai undang-undang,” kata Jusri.

Sayangnya kendaraan barang seperti truk punya tingkat fatalitas yang tinggi ketika terlibat kecelakaan. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mulai memerhatikan standar kompetensi pengemudi kendaraan besar tersebut.

“Setiap golongan SIM B, harus melalui satu klasifikasi yang bertujuan menyaring calon-calon pengemudi. Jika demikian, nanti yang keluar adalah driver-driver yang kompeten,” ucapnya.

Jusri menegaskan, harus ada kompetensi pada pengemudi truk atau bus. Kalau tidak hal seperti ini akan terus terjadi kedepannya. Nantinya malah mereka menjadi pembunuh liar di jalanan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.