KNKT Ungkap Alasan Kerap Terjadi Kecelakaan Truk Trailer di Jalan

Kompas.com - 22/12/2021, 10:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comKecelakaan truk trailer kerap terjadi di Indonesia dalam enam bulan terakhir. Misalnya seperti trailer yang menimpa Hyundai Palisade, atau yang terguling dan menutupi ruas tol.

Salah satu penyebab dari truk yang terguling ketika berjalan adalah tidak kuat menanjak. Jadi kepala truk atau tractor head tidak kuat menarik trailer dengan kontainer di belakang sehingga bergerak mundur.

Salah satu penyebab tidak kuatnya truk menarik trailer dikarenakan tata cara pemuatan yang salah. Masih sering ditemui, pasangan truk dengan trailer yang diangkut tidak sesuai sehingga bisa menyebabkan kecelakaan.

Baca juga: Viral, Video Wanita Bongkar Kecurangan Petugas SPBU di Bintaro

Kecelakaan truk terguling yang menimpa Hyundai Palisade di Tol Cipularang (16/10/2021).Screenshot Instagram @infobandungkota Kecelakaan truk terguling yang menimpa Hyundai Palisade di Tol Cipularang (16/10/2021).

Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan mengatakan, masalah truk yang gagal menanjak dikarenakan power to weight ratio yang terlalu kecil.

“Jangan sampai truk dengan tenaga 235 PS menarik trailer 40 feet, nanti enggak kuat nanjak malah ngerepotin yang di belakangnya,” ucap Wildan di Jakarta, Sabtu (18/12/2021).

Wildan menjelaskan, untuk saat ini, langkah pertama yang bisa dilakukan untuk mencegah kecelakaan truk gagal menanjak adalah sesuaikan truk dengan trailer. Masih banyak ditemui truk yang salah menarik trailer yang bukan peruntukannya.

Baca juga: Diskon MPV Murah di Akhir Tahun Tembus Puluhan Juta Rupiah

Truk engkel atau susunan ban 1.2 hanya bisa menarik trailer 20 feet. Sedangkan truk tronton (susunan ban 1.2.2) baru bisa menarik trailer 40 feet.

Namun, ada kendala mengenai penerapan truk menarik trailer yang sesuai di lapangan, yakni mengenai ongkos logistik. Truk tronton punya harga yang lebih mahal, tapi pada akhirnya ongkos angkut tetap sama dengan truk engkel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.