Kompas.com - 13/12/2021, 16:12 WIB

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Bermacam kendaraan melintas di jalan tol, mulai mobil biasa hingga kendaraan berat seperti truk. Tak heran jika ada saja permukaan yang rusak atau berlubang di jalan bebas hambatan itu.

Lubang tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan pada pelek mobil atau bahkan kecelakaan dan mengakibatkan korban. Namun, untuk menghindarinya juga tidak bisa sembarangan.

Baca juga: Wanita Ini Paksa Mundur Sedan Pakai Strobo yang Melawan Arus

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menjelaskan kondisi jalan tol seharusnya satu layer dan tidak ada perbedaan ketinggian.

Sony menambahkan, kondisi jalan tol di Indonesia saat ini ada jalan yang berupa jalan aspal dan ada jalan beton. Jalan-jalan ini tidak selalu mulus atau rata, kadang-kadang ada perbedaan level atau lubang yang menjadi kendala ketika berkendara di Indonesia.

Pejagan yang dikelola oleh PT Bakrie Toll Road, Rabu (12/12/2012), di Cirebon, Jawa Barat. Jalan tol swasta yang menghubungkan Jawa Barat dengan Jawa Tengah.
KOMPAS/RINI KUSTIASIH Pejagan yang dikelola oleh PT Bakrie Toll Road, Rabu (12/12/2012), di Cirebon, Jawa Barat. Jalan tol swasta yang menghubungkan Jawa Barat dengan Jawa Tengah.

"Kalau menghindari lubang ini ada beberapa cara, pertama dapat menghindar ke kanan atau ke kiri, tetapi itu berpotensi selip atau mengganggu pengendara lain," kata Sony kepada Kompas.com, Senin (13/12/2021).

Sony menjelaskan, menghindar yang dimaksudkan sebisa mungkin tidak ke kanan atau ke kiri. Jadi tetap menerabas tetapi dengan kecepatan yang terukur.

Baca juga: Video Viral Perempuan Malah Bawa Kabur Motor Jambret

"Kalau kita menahan rem pada saat menginjak lubang, ada dua kemungkinan yang akan terjadi. Yang pertama shockbreaker rusak atau patah, atau bannya pecah," kata dia.

Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh pengemudi untuk menghindari risiko pecah ban akibat menghantam lubang di jalan tol yakni mengurangi kecepatan kendaraan dan menjaga jarak.

Foto ban pecah atau meleleh yang disebut karena melindas botol berisi air keras dan beredar di grup-grup percakapan.- Foto ban pecah atau meleleh yang disebut karena melindas botol berisi air keras dan beredar di grup-grup percakapan.

"Salah satu yang bisa meminimalkan risiko pecah ban, adalah jaga jarak sama jaga kecepatan. Nah jalan tol kan sudah ada batas kecepatan terendah 60 kpj dan tertinggi 100 Kpj, itu pun dengan ketentuan hanya untuk mendahuui," ucap Sony.

"Kecepatan 80 kpj menghantam lubang sudah pasti bannya pecah, apapun bannya. Jadi yang harus dilakukan adalah kurangi kecepatan sebelum melintasi lubang," Imbuhnya.

Baca juga: Taft GT 4x4 Seken Dibanderol Rp 145 Juta, Apa Istimewanya?

Kecepatan yang ideal adalah 60-50 Kpj, dan biasakan sebelum menghantam lubang itu dikurangi kecepatannya atau dilakukan pengereman. Tetapi ketika menghantam lubang tidak boleh lagi di rem biar ban menggelinding normal.

"Nah yang idel itu di 60 Kpj, ketika menerabas lubang kecepatan 60 Kpj dapat di reduce sampai dengan 40 Kpj," kata Sony.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.