Kompas.com - 11/12/2021, 11:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) C untuk sepeda motor banyak dianggap sulit. Tak sedikit yang gagal pada saat ujian praktil maupun teori, sehingga harus mengulang lagi.

Akhirnya, banyak yang mengambil jalan pintas dengan cara "nembak" atau melalui calo. Padahal, tindakan tersebut termasuk melanggar peraturan.

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa ujian pembuatan SIM tidak bisa dianggap mudah. Sebab, membawa kendaraan di jalan raya memerlukan tanggung jawab yang besar.

Baca juga: Catat, Ini Biaya Resmi Bikin SIM C per Desember 2021

Pemohon SIM C yang gagal dalam ujian praktik atau teori sebenarnya dikarenakan kurangnya persiapan atau latihan. Maka itu, penting untuk mempersiapkan atau membekali diri sebelum ujian, tidak bisa asal mengendarai sepeda motor saja.

Ujian praktik bagi pengaju SIM C di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (10/12/2019)KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJAR Ujian praktik bagi pengaju SIM C di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (10/12/2019)

Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana, dari main dealer Honda untuk wilayah Jakarta dan Tangerang, mengatakan, pihaknya bersama PT Astra Honda Motor (AHM) pernah bekerja sama membuat program pelatihan untuk pembuatan SIM C baru.

"Jadi, pesertanya dari siswa sekolah dan guru sebanyak 30 orang yang kita latih agar lulus dalam pembuatan SIM dengan prosedur normal (tanpa nembak) dan program ini tidak melibatkan Kepolisian," ujar Agus, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Simak Lagi Perbedaan Penggolongan SIM C

"Materi yang dilatih dalam keterampilan praktik tentu disesuaikan dengan metode yang ada di ujian SIM di Samsat, seperti pengereman, zigzag, dan figure 8," katanya.

Ujian praktik SIM A dan C menggunakan sistem e-Drives Ujian praktik SIM A dan C menggunakan sistem e-Drives

Agus menambahkan, memang agar dapat lulus dalam ujian praktik SIM adalah melatih keterampilan berkendaranya. Misal, belajar pengereman yang aman, lalu belajar zigzag, putar balik, dan angka 8 tanpa turun kaki dan tanpa menyentuh traffic cone.

"Pada saat latihan banyak juga orang yang belum bisa melakukan hal tersebut. Apalagi, jika harus langsung ikut ujian di Samsat," ujar Agus.

Agus mengatakan, dari 30 orang yang mengikuti pelatihan, yang lulus 25 orang dan yang gagal rata-rata ada di teorinya tidak lulus, karena tidak belajar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.