Operator Bus Keluhkan Solar Langka di Lintas Sumatera

Kompas.com - 08/12/2021, 08:42 WIB
Warga mengantre membeli solar subsidi di SPBU Sangen, Desa Geger, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (19/10/2021).  KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIWarga mengantre membeli solar subsidi di SPBU Sangen, Desa Geger, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (19/10/2021). 

JAKARTA, KOMPAS.com – Kasus solar langka di berbagai daerah di Indonesia ternyata masih terjadi. Salah satu daerah yang mengalami kelangkaan solar adalah di Sumatera, terutama Lintas Sumatera.

Kelangkaan solar ini juga dikeluhkan operator bus AKAP yang melewati jalur tersebut. Misalnya seperti Sewan Delrizal Lubis, Generasi ketiga salah satu pemilik armada PO ALS yang mengeluhkan enggak ada solar di Lintas Sumatera.

Solar langka, terpaksa beli ketengan atau tunggu antre. Kalau sudah antre itu juga bikin telat masuk. Sedangkan beli ketengan kemahalan, mereka biasa jual Rp 8.000 sampai Rp 10.000 per liter,” ucapnya kepada Kompas.com, Selasa (7/12/2021).

Baca juga: PPKM Level 3 Batal, Ini Syarat Perjalanan Saat Libur Nataru

Bus AKAP baru PO SANPO SAN Bus AKAP baru PO SAN

Sewan mengatakan, langkanya solar ada di Lintas Sumatera, mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, sampai Lampung. Kejadian langkanya solar ini sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir.

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) dan Direktur Utama PO Siliwangi Antar Nusa (SAN) Kurnia Lesani Adnan mengatakan, kelangkaan solar memang masih terjadi, namun tidak seperti dua bulan lalu.

Pria yang akrab disapa Sani ini juga mengungkapkan kalau solar di SPBU langka, tapi anehnya di luar SPBU, banyak yang jual eceran. Selain itu juga ada SPBU milik PO bus yang hanya mengutamakan busnya sendiri.

Baca juga: Pengendara Motor Nekat Melintas di JLNT, Memicu Kecelakaan Mobil

Posisi tutup tangki solar busDOK. LAKSANABUS Posisi tutup tangki solar bus

“SPBU yang milik bus, mereka bisa isi solar sampai full tank, sementara yang bukan grupnya, kalaupun ada, dibatasi cuma Rp 200.000. Harapannya Pertamina tegas akan hal ini,” kata Sani.

Ketegasan lain yang diharapkan ada yaitu SPBU tidak menjual solar ke pihak yang bukan semestinya, seperti penjual BBM subsidi eceran. Dengan begitu, stok solar yang ada di SPBU memang digunakan untuk bus atau kendaraan, bukan untuk dijual lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.