Kompas.com - 04/12/2021, 16:22 WIB
Bus STJ terbakar di jalan tol Ungaran-Solo, sebanyak 30 penumpang selamat. KOMPAS.com/ISTBus STJ terbakar di jalan tol Ungaran-Solo, sebanyak 30 penumpang selamat.

JAKARTA, KOMPAS.comBus PO Sudiro Tungga Jaya dengan rute Tangerang–Yogyakarta terbakar di ruas Tol Ungaran-Solo KM 433 jalur A, Sabtu (4/12/2021) Pukul 04.30 WIB.

Api diduga datang dari ruang mesin dan membakar seluruh bodi bus. Beruntung pengemudi langsung menyadarinya dan menepi lalu menyelamatkan 30 penumpangnya.

“Sebagian besar badan bus hangus, tapi tidak ada korban jiwa,” ucap Kasat Lantas Polres Semarang AKP Rendy Johan mengutip dari Kompas Regional, Sabtu (4/12/2021).

Baca juga: Begini Tata Cara Istirahat yang Baik Saat Perjalanan Jauh

Bus vaksin keliling milik Polres Muara Enim yang terbakar tersebar di group whatsapp.Tangkapan layar Whatsapp Bus vaksin keliling milik Polres Muara Enim yang terbakar tersebar di group whatsapp.

Jika dilihat, hal yang dilakukan pengemudi dan penumpang sudah baik. Langkah evakuasi yang dilakukan benar sehingga tidak ada korban jiwa pada kasus bus terbakar.

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, prosedur keselamatan yang bisa dilakukan penumpang ketika busnya terbakar adalah tidak panik dan menginformasikan kepada pengemudi untuk menepi.

Setelah menepi, penumpang tetap tidak panik dan berusaha untuk keluar dari pintu biasa maupun pintu darurat. Jika asap suda memenuhi kabin, segera pecahkan kaca dengan pemecah kaca yang biasanya ada di sebelah kaca samping.

Baca juga: Tanggapan Adiputro Soal Selendang Dream Coach Buatan Body Repair

“Memecahkan kaca ini dilakukan untuk mendapatkan udara. Kemudian jika di kabin tidak ada APAR atau tidak bisa digunakan, pakai baju atau kain yang sudah dibasuh dengan air untuk memadamkan api, jangan cuma disiram air,” kata Jusri kepada Kompas.com belum lama ini.

Baju yang basah bertujuan untuk mempersempit oksigen yang ada, sehingga api dapat mati. Kemudian jika kaca tidak bisa dipecahkan, pintu sulit dibuka, penumpang bisa tiarap agar bisa menghirup udara, bukan asap.

Terakhir, jika kondisi sudah aman dan bisa keluar, segera menjauh dari bus. Khawatir api yang membakar bus semakin besar sehingga bisa berbahaya jika ada penumpang di dekatnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.