Mitsubishi Lancer Evolution Terbilang Favorit buat Drag Race

Kompas.com - 30/11/2021, 09:22 WIB
Ilustrasi Mitsubishi Lancer Evolution di Sirkuit Sentul. KOMPAS.com/DIO DANANJAYAIlustrasi Mitsubishi Lancer Evolution di Sirkuit Sentul.

JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam ajang Kejurnas Drag Race Seri Kelima yang berlangsung di Sirkuit Sentul (28/11/2021), terpantau peserta yang mengikuti kelas FFA (Free For All) terbilang ramai sekitar 20 hingga 30-an pendaftar.

Dari puluhan mobil yang ada di kelas tersebut, Mitsubishi Lancer Evolution tercatat ada belasan unit. Fakta ini jadi tanda bahwa sedan empat pintu ini terbilang relatif banyak diminati para pebalap untuk drag race. Tahun produksinya juga beragam, mulai Lancer generasi keenam era awal 1990-an sampai generasi kesembilan (2007).

Menariknya, catatan waktu Lancer Evolution rata-rata juga cukup baik. Bahkan mengalahkan raihan waktu Nissan GTR, Audi TTS, BMW M5C, hingga Porsche 992 dan Ferrari 812, yang terkenal punya tenaga besar.

Baca juga: Skema Kredit Xenia Model Baru, Cicilan Mulai Rp 3 Jutaan

Ilustrasi Kejurnas Drag RaceKOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi Kejurnas Drag Race

Stefen Teo dari Steve Garage, yang mendapat waktu tercepat di trek 201 dan 402 pada kelas FFA, mengatakan, dalam balap adu lurus, tenaga mobil memang punya pengaruh besar. Namun bukan hal yang paling utama.

“Rahasianya dari cara bawa, konsentrasi. Gimana kita membuat waktu yang cepat jadi lebih lambat, sehingga kita bisa lebih fokus sama mobil,” ujar Stefen, saat ditemui Kompas.com di Sirkuit Sentul (28/11/2021).

Menurutnya, ada beberapa alasan yang membuat para pebalap drag, khususnya yang berada di Indonesia memilih Lancer Evolution.

Baca juga: Kupas Fitur Unggulan Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross Terbaru

Mitsubishi Lancer Evolution dalam acara Sentul Drag Fest (28/11/2021).KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Mitsubishi Lancer Evolution dalam acara Sentul Drag Fest (28/11/2021).

“Mungkin karena kita punya trek agak licin, kalau pakai mobil 4WD lebih pede. Kalau 2WD kita harus cari traksi lagi,” ucap Stefen.

“Jadi sebenarnya power besar belum tentu kita bisa kencang, karena mobil harus dapat traksi. Semakin besar power, semakin sulit dibawa,” kata dia.

Selain itu, soal harga juga jadi salah satu faktor. Termasuk juga ketersediaan spare part dan komponen yang melimpah.

Baca juga: Ganjil Genap Berlaku di Seluruh Wilayah Wisata Selama Libur Nataru

Lancer Evolution VIII ini jadi mobil terkencang sekaligus merebut Jawara Sentul Drag Race, November 2021.KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Lancer Evolution VIII ini jadi mobil terkencang sekaligus merebut Jawara Sentul Drag Race, November 2021.

Sebagai ilustrasi, harga satu unit Lancer Evolution seken berkisar Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar. Sementara biaya membangunnya bergantung spek, mulai dari Rp 100 jutaan.

Sementara untuk mobil-mobil sport yang tergolong mewah dan lebih langka lainnya, tentu bisa menghabiskan dana lebih berkali lipat lebih mahal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.