IMI Berharap Modifikasi Kendaraan Berpatokan pada Nomor Sasis dan Mesin

Kompas.com - 29/11/2021, 18:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkembangan dunia modifikasi, baik mobil dan motor, di Indonesia cukup pesat. Para pelaku usahanya bahkan memiliki tingkat kreativitas yang tinggi.

Salah satunya adalah pembuatan kit car atau motor custom. Kit car sendiri merupakan pembuatan replika mobil klasik dengan menggunakan sasis dan mesin lain.

Sayangnya, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) menyebutkan bahwa modifikasi pada kendaraan termasuk melanggar aturan.

Baca juga: Hypercar Langka McLaren Senna Mejeng di IIMS Motobike Show 2021

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo, mengatakan, dirinya ingin agar mobil dan motor hasil modifikasi yang berubah total dari standarnya bisa memiliki izin jalan di jalan raya.

Kustomfest 2020 #UNRESTRICTEDFoto: Istimewa Kustomfest 2020 #UNRESTRICTED

"Sebab, sesuai dengan UU lalu lintas, berubah lampu saja, itu tidak sesuai dan bisa ditilang. Jadi, nanti patokannya adalah nomor sasis dan nomor mesin," ujar pria yang akrab disapa Bamsoet tersebut, saat pembukaan IAM x IIMS Motobike Show di Jakarta, belum lama ini.

Bamsoet mengatakan, Ferrari tahun 1957 di pasaran harganya berkisar mulai Rp 80 miliar hingga Rp 100 miliar. Tapi, orang Indonesia ada yang bisa membuat replikasinya benar-benar presisi.

"Di Bali, di Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta, sudah bisa membuat mobil yang presisi 1:1 dengan mobil aslinya. Di beberapa merek, pembangunan mobil itu sudah boleh di bawah tahun '50-an," kata Bamsoet.

Baca juga: Ketua Umum IMI Apresiasi Dyandra Sudah Gelar IAM x IIMS Motobike Show

Bamsoet menambahkan, ada yang membuat Ferrari dengan mesin VW, seperti yang ada di Bali. Porsche tahun '50-an dibuat dengan menggunakan mesin VW. Jadi, menurut Bamsoet, nanti patokannya untuk STNK nanti adalah nomor sasis dan nomor mesin.

Mini Speedster ramaikan Kustomfest 2019Agung Putranto Mini Speedster ramaikan Kustomfest 2019

Begitu pula dengan pembuatan motor custom, seperti motor dengan gaya chopper. Pada umumnya, bentuknya berubah jauh dari standarnya. Tapi, nomor rangka dan nomor mesin masih bisa tetap dipertahankan.

"Tapi, yang terpenting bagaimana kita memberikan dorongan kepada anak-anak muda hasil karyanya itu bisa layak jalan di jalan raya dan uji keselamatannya," ujar Bamsoet.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.