Segini Batas Aman Motor Bisa Terobos Banjir

Kompas.com - 08/11/2021, 11:12 WIB
Sejumlah pengendara roda dua menerobos banjir yang menggenangi ruas Jalan Bangau Sakti di Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (22/4/2021). KOMPAS.COM/IDONSejumlah pengendara roda dua menerobos banjir yang menggenangi ruas Jalan Bangau Sakti di Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (22/4/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa daerah di sekitar DKI Jakarta mulai memasuki musim hujan. Nampaknya kini setiap sore, hujan turun dengan intensitas yang beragam.

Bahkan di beberapa titik di Jakarta, masih ada juga yang terendam banjir. Tentu saja jalanan ikut terendam sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Bagi pengendara motor, hati-hati saat mau menerobos banjir, jangan sampai sembrono yang mengakibatkan motor rusak. Oleh karena itu, perlu diketahui batas aman motor bisa menerobos banjir.

Baca juga: Sewa Honda PCX Electric, Rp 1,9 Juta per Bulan

Salah satu pengendara terpaksa menuntun motornya lantaran banjir yang menggenangi jalan Peternakan II, Kapuk, Jakarta Barat, Senin (9/2/2015)Nur Azizah Salah satu pengendara terpaksa menuntun motornya lantaran banjir yang menggenangi jalan Peternakan II, Kapuk, Jakarta Barat, Senin (9/2/2015)

Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM) Endro Sutarno mengatakan, perhatikan dahulu ketinggian air sebelum melintasinya. Batas aman motor bisa melewati banjir tidaklah tinggi, harus hati-hati.

“Selama ketinggian air masih di bawah ujung knalpot sepeda motor masih aman melintas di lokasi yang banjir,” ujarnya kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika terlihat kalau air lebih tinggi dari ujung knalpot, lebih baik urungkan niat untuk menerobos banjir tersebut. Efeknya, air bisa masuk ke ruang mesin lewat knalpot, tentunya bisa membuat macet atau mesin mogok.

Baca juga: Kota Bandung Terapkan Ganjil Genap di Akhir Pekan, Simak Lokasinya

Ketika mesin sudah keasukan air, tentu saja oli yang ada di ruang mesin bisa tercampur. Ketika oli dan air tercampur, komponen mesin yang awalnya terlumasi dengan baik, malah bisa macet dan rusak. Kerusakan lain yang akan dilami antara lain kerusakan pada bagian kelistrikan.

“Jika air melebihi batas tadi, lebih baik motor jangan langsung dinyalakan. Dikhawatirkan ada air yang masuk ke bagian kelistrikan dan mesin,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.