Merasa Diremehkan, Mantan Bos Jeep Indonesia Tuntut FCA ke Negara Asal

Kompas.com - 06/11/2021, 08:02 WIB

"Ini untuk pembelajaran bagi semua bahwa jangan takut dan gentar bila benar. Meski ada kesan tersirat orang Indonesia tidak akan bisa kalahkan legalnya FCA atau Stellantis Group, kita tetap maju," kata Memet lagi.

Sebelumnya, prinsipal telah mengeluarkan keputusan hasil investigasi atas insiden yang dialami oleh Memet bersama Grand Cherokee Summit-nya itu pada 17 September 2021.

Di lembar tersebut, Stellantis tidak bertanggung jawab dalam insiden terkait karena tidak ditemukan kesalahan manufaktur meski airbag gagal untuk mengembang atau berfungsi sebagaimana mestinya.

Baca juga: Hasil Investigasi Kecelakaan Mantan Bos Jeep Indonesia Terungkap

Adapun alasan airbag tidak mengembang karena laju perlambatan yang diperlukan untuk mengaktifkannya tidak terpenuhi dan sensor tertentu di mobil tak terpacu.

Walau begitu, pengaman lainnya seperti sabuk pengaman tetap berkerja maksimal meredam benturan.

"Padahal jelas ya bila dilihat dari foto, itu hancur sekali mobilnya. Jadi, tak masuk akal penjelasan mengenai sensor mengenai pemacu pengaktifan airbag tersebut," kata Memet.

Sementara itu, pihak PT DAS sendiri belum memberikan pernyataan resmi atas langkah lanjutan yang diambil oleh Memet. Namun dipastikan APM bakal berkerja sama dengan prinsipal apabila dibutuhkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.