Respons Honda Soal Indonesia Setop Jualan Mobil Konvensional di 2050

Kompas.com - 30/10/2021, 10:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), berencana menyetop penjualan mobil konvensional berbasis bahan bakar fosil pada 2050.

Langkah tersebut dilakukan sebagi komitmen menuju net zero emission (NZE) pada 2060 mendatang, atau lebih cepat. Dengan tujuan menekan polusi udara juga penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

Merespons adanya wacana tersebut, PT Honda Prospect Motor (HPM) menyambut baik dan mendukung apa yang sudah ditetapkan dan menjadi kebijakan dari pemerintah.

"Pemerintah telah banyak mempertimbangkan adanya regulasi yang baru seperti itu. Kami akan mengikuti seluruh aturan yang baru dan memastikan produk kami selalu memiliki nilai yang terbaik," ucap Yusak Billy, Business Innovation and Marketing & Sales PT HPM dalam seremoni peluncuran virtual dua sedan barunya, Kamis (28/10/2021).

Baca juga: Belum Ada Harga Resmi, 1.600 Unit All New Honda BR-V Sudah Terpesan

Teaser mobil listrik Honda yang akan diperkenalkan di Frankfurt Motor Show 2017.Autonews Teaser mobil listrik Honda yang akan diperkenalkan di Frankfurt Motor Show 2017.

Ketika redaksi menanyakan lebih detail, Billy mengatakan pada dasarnya apa yang direncanakan pemerintah untuk menghentikan produksi dan menjual mobil konvensional sejalan dengan visi Honda secara global ke depan.

Namun sayangnya, Billy memang belum membuka keran informasi kapan pihaknya bakal meluncurkan produk-produk elektrifikasinya di Tanah Air.

"Kami akan terus mempelajari penerapan visi ini secara bertahap sesuai dengan kebutuhan konsumen di Indonesia," uap Billy.

Seperti diketahui, Honda juga memiliki peta jalan dengan target semua mobil barunya akan 100 persen berbasis elektrifikasi pada 2030 di Jepang.

Baca juga: Butuh 30 Tahun Popularitas Mobil Listrik Geser Kendaraan Konvensional

Honda e:Prototype yang digadang-gadang menjadi HR-V versi listrikCARSCOOPS.com Honda e:Prototype yang digadang-gadang menjadi HR-V versi listrik

Bila dijabarkan, sebanyak 40 persen dari produksi Honda akan menggunkan baterai listrik (EV) atau sel bahan bakar (FCV) pada 2030. Sisanya merupakan mobil hybrid yang menggabungkan motor listrik dan mesin konvensional.

Pada 2035, diharapkan persentase antara EV dan FCV bisa melonjak hingga 80 persen, dan semua mobil Honda akan menjadi EV atau FCV di 2040.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.