Butuh 30 Tahun Popularitas Mobil Listrik Geser Kendaraan Konvensional

Kompas.com - 14/10/2021, 09:02 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (kiri) bersama Ketua MPR yang juga ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (kanan) meninjau stan Toyota untuk mobil listrik pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGMenteri Perindustrian Agus Gumiwang (kiri) bersama Ketua MPR yang juga ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (kanan) meninjau stan Toyota untuk mobil listrik pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah merek otomotif memang sudah memasarkan mobil listrik untuk pasar Indonesia. Namun, jenis mobil ini belum bisa menyalip popularitas kendaraan konvensional yang mendominasi penjualan Tanah Air.

Ricky Elson, ilmuan dan pemegang paten motor listrik, mengatakan, butuh waktu hingga puluhan tahun agar populasi mobil listrik menjadi besar, bahkan menggeser penjualan mobil konvensional (ICE/Internal Combustion Engine).

“Di Indonesia sendiri, menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) itu ada 133 juta kendaraan yang terdiri atas sepeda motor sekitar 110 juta unit dan mobil sekitar 25-30 juta unit,” ujar Ricky, dalam webinar Kementerian ESDM (13/10/2021).

Baca juga: Pajak Karbon Segera Berlaku, Bagaimana Nasib Diskon PPnBM?

Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Lalu lintas kendaraan di Tol Dalam Kota Jakarta tampak padat pada jam pulang kerja di hari ketiga pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tahap dua, Rabu (16/9/2020). Pembatasan kendaraan bermotor melalui skema ganjil genap di berbagai ruas Ibu Kota resmi dicabut selama PSBB tahap dua.

Dengan jumlah mobil dan motor konvensional yang ada saat ini ada, dan masih menjadi pilihan utama konsumen kita.

Ia pesimistis jika kendaraan listrik bisa populer dan menggeser mobil dan motor konvensional dalam waktu dekat ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, jumlah pengguna kendaraan listrik pun diyakini tidak akan bertambah signifikan dalam dua atau tiga tahun ke depan.

Baca juga: Hyundai Mengentak di GIIAS, Unggul dari Toyota dan Honda

 

Ilustrasi mobil BEV dan PHEV yang sedang diisi ulang dayanya di SPKLU milik PertaminaPertamina Ilustrasi mobil BEV dan PHEV yang sedang diisi ulang dayanya di SPKLU milik Pertamina

"Kalau kita bicara percepatan. Tahun depan (target) 5.000 unit (pengguna kendaraan listrik), tahun depan 100.000 unit, tahun depannya lagi 1 juta unit, masih sangat jauh,” ucap Ricky.

“Intinya dari kaca mata saya sebagai praktisi, saya melihat kendaraan listrik ini baru benar-benar akan (banyak digunakan) 20-30 tahun lagi," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.