Viral, Video Mobil Hanyut di Selokan akibat Salah Oper Gigi

Kompas.com - 28/10/2021, 14:42 WIB
Salah oper persneling, mobil masuk ke selokan hingga hanyut instagram.com/peristiwa_sekitar_kitaSalah oper persneling, mobil masuk ke selokan hingga hanyut

JAKARTA, KOMPAS.com - Beredar video yang memperlihatkan mobil bekelir putih hanyut di selokan.

Dalam rekaman yang diunggah oleh akun Instagram @peristiwa_sekitar_kita, diketahui insiden tersebut terjadi di Perumahan Bekasi Timur, Regency Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021) petang.

Kejadian ini diduga terjadi lantaran pengemudi salah memindahkan posisi persneling. Alhasil, mobil matik tersebut terperosok dan hanyut hingga ratusan meter di dalam saluran air yang lebarnya hanya 4 meter.

Baca juga: Ketahui Risiko Mobil Dibawa Menerjang Banjir

Berkaca dari kejadian tersebut, Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan mengatakan, pengemudi wajib kompeten terhadap mobil yang akan dikendarainya.

“Dia harus berlatih terlebih dahulu bagaimana skill knowledge dan attitude saat mengemudikan mobil. Dengan begitu maka kesalahan-kesalahan kecil yang bisa berakibat fatal bisa dihindari. Seperti, salah menginjak pedal (gas dan rem),” ujar Marcell beberapa waktu lalu saat dihubungi Kompas.com.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Media video (@peristiwa_sekitar_kita)

Marcell melanjutkan, tidak sedikit anggapan yang mengatakan kalau sudah bisa mengendarai mobil manual pasti bisa mengendarai mobil matik. Oleh sebab itu, banyak pengemudi mobil matik yang menggampangkannya.

“Masalah kebiasaan wajib ini harus diberikan waktu adaptasi yang cukup sehingga memori otot manusia bisa terbiasa mengemudi mobil matik. Oleh sebab itu, perlu adanya pelatihan untuk membiasakan diri ketika mengemudikan mobil dengan transmisi otomatis,” ucap Marcell.

Baca juga: Baru 2 Generasi, Berapa Unit Ertiga yang Terjual di Indonesia?

Sementara itu, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menambahkan, kejadian mobil matik menyeruduk banyak disebabkan karena pengemudi gagal operasional.

Pengemudi pemula belum paham dan terampil dalam melakukan SOP yang benar, ini sepele tapi berbahaya. Salah injak gas yang harusnya rem tidak boleh terjadi,” ucap Sony.

Menurut Sony, sebaiknya pengemudi pemula yang baru mengendarai mobil matik tidak serta-merta turun ke jalan raya, sebelum yang bersangkutan memang sudah layak.

“Sebab, jika hal ini dibiarkan akan sangat berbahaya dan bisa saja fatal hingga menyebabkan korban jiwa,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.