Tentang Pelat Nomor Khusus dan Rahasia, Ini Penjelasannya

Kompas.com - 28/10/2021, 14:12 WIB
Tangkapan layar pelat nomor kendaraan palsu yang viral di media sosial pada Rabu, (3/3/2021). Twitter: @Puspen_TNITangkapan layar pelat nomor kendaraan palsu yang viral di media sosial pada Rabu, (3/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) merupakan pelat aluminium tanda nomor kendaraan bermotor di Indonesia yang telah didaftarkan di Kantor Bersama Samsat.

Ada beberapa macam pelat nomor sesuai dengan peruntukannya. Berdasarkan Peraturan Polri Nomor 7 tahun 2021, ternyata ada pelat nomor rahasia yang digunakan di Indonesia.

Baca juga: Hasil Investigasi KNKT Soal Truk Trailer Mundur di Tol Banyumanik

TNKB dan STNK rahasia masuk ke dalam kategori STNK/TNKB Khusus yang diterbitkan berdasarkan pertimbangan kepentingan tertentu.

Kendaraan yang dapat menggunakan pelat nomor rahasia berdasarkan Peraturan Polri nomor 7 tahun 2021 pasal 70, yakni kendaraan yang digunakan untuk pejabat/petugas yang bertugas di bidang intelijen dan atau penyidik guna menjaga/menjamin kerahasiaan identitas, baik diri pribadi maupun sarana yang digunakan.

Polres Bogor Berhasil Menindak Pelajar yang Ugal-ugalan di jalan Puncak Pakai Mobil Berpelat Nomor DewaFoto: Istimewa Polres Bogor Berhasil Menindak Pelajar yang Ugal-ugalan di jalan Puncak Pakai Mobil Berpelat Nomor Dewa

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono mengatakan, ada beberapa kategori kendaraan dengan pelat nomor khusus.

"Yang namanya pelat nomor rahasia itu digunakan untuk keperluan kerahasiaan tugas oleh Polri, TNI, Penyidik kejaksaan dan lainnya. Ada juga kategori karena kepentingan tugas itu untuk pejaban eselon di instansi atau departemen," kata Argo kepada Kompas.com Kamis (28/10/2021).

Baca juga: Bus Kuning Punya DHL Keluar Karoseri Laksana

Pelat nomor khusus yang digunakan oleh pihak berwenang dimaksudkan untuk membantu petugas dalam melakukan tugasnya agar dapat membaur dan tidak mencolok terhadap target operasinya.

"Artinya kalau menggunakan pelat nomor dinas atau pelat TNI kan tidak bisa membaur, jadi digunakanlah pelat nomor bantuan dengan dengan mekanisme yang sudah diatur," ucap Argo.

Dalam pemakaian pelat nomor khusus juga tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Melainkan harus melalui prosedur tertentu untuk dapat menggunakannya.

Mobil dinas baru Toyota Crown Hybtidd terparkir di halaman depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/10/2019).KOMPAS.com/Haryantipuspasari Mobil dinas baru Toyota Crown Hybtidd terparkir di halaman depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/10/2019).

"Jadi nanti istansi mengajukan, keperluannya apa, penanggung jawabnya siapa dan, akan di skrining terlebih dahulu, setelah itu barulah diterbitkan," kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.