Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dampak Buruk Aksi Truk Oleng, Bisa Bikin Kaki-kaki Cepat Rusak

Kompas.com - 23/10/2021, 16:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sopir truk yang nekat melakukan aksi oleng di jalanan umum masih kerap terjadi. Sejumlah tindakan penilangan pada beberapa kasus truk oleng seolah tidak berefek apapun.

Banyak pula yang merekam aksi truk oleng dan diunggah di media sosial, berharap aksinya bisa viral dan terkenal. Dengan kata lain, sopir semacam ini haus akan atensi dan pengakuan.

Padahal ketika melakukan aksi oleng, truk akan lebih berisiko jatuh terguling. Jika truk tidak terguling pun, beberapa komponen berpotensi mengalami kerusakan, terutama pada rangkaian kaki-kakinya.

Baca juga: Resmi, Mulai Senin Ganjil Genap Jakarta Diperluas Jadi 13 Titik

Prasetyo Adi, Deputi GM Product Division PT Hino Motors Sales Indonesia, membenarkan bahwa kaki-kaki truk bisa rusak akibat aksi oleng. Hal ini disebabkan beban kendaraan yang terus bergeser ke kanan dan ke kiri.

Truk olenginstagram.com/polantasindonesia Truk oleng

“Titik berat kendaraan yang terus bergeser otomatis beban yang diterima kaki-kaki bertambah atau berkurang. Jadi lama-lama pasti akan berpengaruh pada komponennya,” ujar Adi kepada Kompas.com belum lama ini.

Ia menjelaskan, komponen yang berisiko rusak antara lain adalah shock absorber, sasis, hingga bearing atau laher. Karena aksi truk oleng menyebabkan persebaran beban tidak seimbang, berbagai komponen pada kaki-kaki pun tidak menerima beban secara merata.

Baca juga: Stoner Ungkap Alasan Sebenarnya Pensiun dari MotoGP

“Biasanya memang begitu, efek ini memang tidak terasa secara langsung, namun bertahap,” kata Adi menambahkan.

Tentu saja tindakan sopir truk yang kerap melakukan aksi oleng membuat perusahaan rugi. Sebab aksi tersebut berlawanan dengan prinsip efisiensi biaya operasional.

Mengingat truk merupakan kendaraan niaga yang difungsikan sebagai aset bisnis. Jika kerusakan terjadi lebih cepat, truk jadi tidak bisa optimal bekerja dan harus lebih sering diservis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.