Stoner Ungkap Alasan Sebenarnya Pensiun dari MotoGP

Kompas.com - 22/10/2021, 11:42 WIB
Pebalap Ducati musim 2009, Casey Stoner memenangi seri balap MotoGP Qatar di Sirkuit Losail Qatar dalam balapan yang digelar pada hari Senin (14/8/2018).  Inilah terakhir kalinya balap MotoGP dihelat pada hari Senin. AutoEvolution Pebalap Ducati musim 2009, Casey Stoner memenangi seri balap MotoGP Qatar di Sirkuit Losail Qatar dalam balapan yang digelar pada hari Senin (14/8/2018). Inilah terakhir kalinya balap MotoGP dihelat pada hari Senin.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dari sekian banyak pebalap MotoGP yang pensiun, ada yang memilih untuk pensiun di usia muda, yakni Casey Stoner. Dia pensiun di tahun 2017 saat di usia 27.

Stoner hanya menyebutkan alasannya pensiun adalah karena sudah tidak menikmati balapan lagi. Padahal, saat itu bisa dikatakan dia masih ada di puncak karirnya.

Baca juga: Stoner Tidak Suka Motor MotoGP Era Sekarang, Lebih Mirip F1

Belum lama ini, Stoner mengungkapkan alasan sebenarnya dia pensiun. Bukan karena sudah tidak merasa kompetitif atau karena menderita suatu penyakit.

Casey Stoner.Crash.net Casey Stoner.

"Kenapa saya pensiun? Itu sederhana. Saya selalu mencintai mesin 2-tak. Bagi saya merekalah motor sebenarnya untuk balapan," ujar Stoner, dikutip dari Tuttimotoriweb.it, Jumat (22/10/2021).

Stoner menambahkan, kesulitan dan tidak bisa diprediksi membuatnya dia menyukai motor 2-tak. Stoner mengaku, saat pindah dari kelas 250 cc ke MotoGP, menurutnya motor 4-tak lebih mudah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Cerita Casey Stoner yang Sakit Keras hingga Berbaring Tak Berdaya

"Pertama, elektroniknya, yang mengambil semua kendali, lalu aerodinamika dan kecanggihan lainnya. Saya suka mengendarai motor, mengendalikannya," kata Stoner.

Pebalap Australia, Casey Stoner berdiskusi dengan kru Honda pada sesi uji coba di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang, Selasa (6/8/2013).MOTOGP.COM Pebalap Australia, Casey Stoner berdiskusi dengan kru Honda pada sesi uji coba di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang, Selasa (6/8/2013).

Menurutnya, motor harus berbahaya, sulit dikendalikan. Selain itu, MotoGP baginya juga sudah berubah. Sesi tes menjadi berkurang dan lebih banyak waktu berjumpa dengan pers, salah satu yang sangat tidak disukainya sebagai pebalap.

"Pada akhirnya, saya sadar komitmen utama saya adalah segalanya dan, mungkin, saya mendedikasikan lima atau sepuluh persen untuk balapan. Ini tidak lagi menyenangkan bagi saya," ujar Stoner.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.