Siap-siap, Polisi Bisa Tindak Truk ODOL

Kompas.com - 22/10/2021, 08:12 WIB
Ilustrasi truk ODOL di jalan tol. KOMPAS.com/STANLY RAVELIlustrasi truk ODOL di jalan tol.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Peredaran truk over dimension dan over load (ODOL) masih mengkhawatirkan. Sebab truk berdimensi besar ini kerap mengganggu kenyamanan pengguna jalan lain, bahkan sering terlibat dalam kecelakaan lalu lintas.

Kementerian Perhubungan pun diminta untuk mengawasi truk ODOL. Selain itu, polisi juga harus ikut melakukan penindakan dalam rangka penegakan hukum.

Polisi bisa tindak truk ODOL,” ujar AKBP Argo Wiyono, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, kepada Kompas.com (21/10/2021).

Baca juga: Viral, Video Truk Adang Rombongan Bus yang Nekat Lawan Arah

Pemotongan Truk ODOL di Merak, BantenKEMENHUB/Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Pemotongan Truk ODOL di Merak, Banten

“Kami sebetunya sudah laksanakan giat Operasi Lintas Jaya gabungan dengan Dinas Perhubungan, dengan sasaran salah satunya adalah dimensi angkutan barang yang over dimension,” kata dia.

Argo mengatakan, pihaknya bisa melakukan tilang kepada sopir truk ODOL yang nekat membawa kendaraannya ke jalan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Untuk penindakan sendiri dikenakan sanksi sesuai dengan pasal 307 UU No 22 tahun 2009,” ucap Argo.

Baca juga: Begini Syarat dan Biaya Bikin SIM B1 dan B2

Operasi Penindakan Kendaraan Barang dengan Jembatan Timbang Portabel di Jalan Tol Cikampek, Jawa Barat, Minggu (21/1/2018)KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTO Operasi Penindakan Kendaraan Barang dengan Jembatan Timbang Portabel di Jalan Tol Cikampek, Jawa Barat, Minggu (21/1/2018)

Untuk diketahui, pasal tersebut berbunyi, “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor Angkutan Umum Barang yang tidak mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).”

Sebelumnya, pengamat transportasi Djoko Setijowarno, mengatakan, upaya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjenhubdat) Kementerian Perhubungan dalam memberantas truk ODOL belum berhasil.

“Jika pemberantasan itu hanya dilakukan oleh Ditjenhubdat tanpa ada upaya penegakan hukum di jalan raya oleh Polri. Harus diakui selama ini penegakan hukum di jalan raya masih sangat lemah,” kata Djoko, beberapa waktu lalu.

“Karena ini kewenangannya. Jika penegakan hukum gencar dilakukan oleh Polisi Lalu Lintas, niscaya pungli dan truk ODOL pasti akan berkurang dan berakhir,” tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.