Tak Cukup Cuma Dipakai, Helm Harus Dikunci di Kepala

Kompas.com - 19/10/2021, 15:46 WIB
Video helm pengendara motor terempas angin karena tidak dikunci Foto: Tangkapan layarVideo helm pengendara motor terempas angin karena tidak dikunci
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemahaman masyarakat mengenai pentingnya helm perlahan mulai meningkat. Namun baru sekadar taat aturan belum pada tahap sadar keselamatan.

Salah satunya ditunjukkan dalam video yang diunggah akun Instagram Street Manners Indonesia, di mana helm seorang pengendara motor terlepas akibat terempas angin.

Baca juga: Valentino Rossi Mengaku Sudah Lelah

Helm yang sedang dipakai copot terkena angin saat sedang berjalan. Dugaan kuat ialah helm tidak dikunci alias cuma dipakai.

https://www.instagram.com/p/CVKlGDTFR-T/?utm_source=ig_web_copy_link

Setidaknya ada tiga jenis pengikat tali helm. Dimulai dari jenis yang paling banyak digunakan di pasaran, yaitu quick release, hingga jenis pengembangannya, micro metric dan Double D Ring.

Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) menjelaskan, pakai helm atau tidak kecelakaan bisa saja terjadi. Tapi helm bisa menekan risiko cedera berat sampai kehilangan nyawa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Jadi kampanyenya, pakailah helm, lalu dikunci, direkatkan, dikaitkan, menggunakan alat yang sudah disediakan. Jadi kalau disingkat pakailah helm dan dikunci, enggak harus klik,” ucap Edo dikutip Kompas.com, Selasa (19/10/2021).

Baca juga: Kota Medan Terapkan E-Parking dengan Sistem Pembayaran Nontunai

Desain spesial helm Valentino Rossi untuk MotoGP San Marino 2021Dok. Tuttomotoriweb.it Desain spesial helm Valentino Rossi untuk MotoGP San Marino 2021

Pemilihan helm juga tak bisa sembarangan. Di Indonesia, hal ini diatur dalam Standar Nasional Indonesia (SNI).

Aturan mengenai penggunaan helm SNI saat mengendarai motor terdapat pada UU No. 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan Pasal 291 ayat (1) dan (2).

Pasal (1) UU tersebut menjelaskan:

"Setiap otang yang mengemudikan sepeda motor tidak menggunakan helm standar nasional Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.