Melihat Mobil Ambulans Lewat, Begini Cara Menanggapinya

Kompas.com - 15/10/2021, 07:22 WIB
Pekerja mengangkat peti untuk dipindahkan ke mobil ambulans di TPU Petamburan, Jakarta Pusat, Minggu (4/7/2021). Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta menyiapkan peti Covid-19 untuk Rumah sakit dan pasien Covid-19 yang diisolasi di rumah di seluruh Jakarta. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPekerja mengangkat peti untuk dipindahkan ke mobil ambulans di TPU Petamburan, Jakarta Pusat, Minggu (4/7/2021). Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta menyiapkan peti Covid-19 untuk Rumah sakit dan pasien Covid-19 yang diisolasi di rumah di seluruh Jakarta.


JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus ambulans yang dihalang-halangi saat bertugas kerap terjadi. Kondisi ini bisa menimbulkan kesadaran tentang tertib berlalu-lintas di jalan raya.

Sebagian besar masyarakat kerap tidak awas terhadap sekelilingnya, atau malah justru panik saat mendengar suara keras dari sirene ambulans, sehingga tidak sedikit dari mereka yang kebingungan dalam mengambil sikap, terutama bagi pengemudi pemula yang belum paham aturan.

Seperti diketahui, ambulans merupakan salah satu kendaraan yang berhak mendapat perioritas di jalan. Dalam Pasal 134 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dijelaskan, bahwa ambulans termasuk dalam tujuh golongan kendaraan yang memperoleh hak utama di jalan.

Baca juga: Tanpa Aturan Turunan Carbon Tax, Banderol LCGC Terancam Naik 15 Persen

Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan mengatakan, pengendara sudah sepantasnya untuk memberikan jalan bagi ambulans yang tengah bertugas.

“Kendaraan di sekitar ambulans harus segera mengurangi kecepatan dan berusaha menepi. Jadi saat pengemudi mulai mendengar suara sirene, mereka harus segera mengetahui asal suara dan mengambil tindakan untuk memberikan jalan bagi ambulans,” ucap Marcell kepada Kompas.com, belum lama ini.

Ambulans yang membawa jenazah Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, sedang menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura. Jenazah akan diterbangkan ke Kabupaten Mimika untuk kemudian disemayamkan dan dimakamkan di sana, Papua, Minggu (23/5/2021)KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI Ambulans yang membawa jenazah Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, sedang menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura. Jenazah akan diterbangkan ke Kabupaten Mimika untuk kemudian disemayamkan dan dimakamkan di sana, Papua, Minggu (23/5/2021)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Marcell, ambulans seharusnya dapat berjalan dengan lancar asalkan semua kendaraan dapat bekerja sama untuk memberikan prioritas.

“Standar lebar jalan kolektor itu adalah 7 meter. Bila kendaraan kiri dan kanan berhenti dan menepi ambulans masi dapat melintas dengan lancar,” kata Marcell.

Baca juga: Rossi Dukung Dua Pebalap WorldSBK Masuk MotoGP

Hal senada juga diungkapkan oleh Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana. Menurutnya, pengendara wajib melihat ke sekeliling ketika mendengar suara sirene terutama di belakang. Jadi, ketika melihat ambulans dari belakang maka bisa segera menghindar.

“Memang untuk menghindar membutuhkan waktu, oleh sebab itu pengendara dituntut untuk fokus. Jangan sampai tidak mengetahui keberadaan ambulans atau mungkin serba salah karena tidak paham aturan kemana harus meghindar,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.