Orangtua Buta Moral yang Membiarkan Bocah Berkendara di Jalan Raya

Kompas.com - 13/10/2021, 11:42 WIB
anak kecil berboncengan mengendarai sepeda motor instagram.com/dashcamindonesiaanak kecil berboncengan mengendarai sepeda motor

JAKARTA, KOMPAS.com - Masih kerap terjadi orangtua buta moral yang membiarkan bocah atau anak di bawah umur mengendarai kendaraan di jalan raya. Mau itu sepeda motor, apalagi mobil pribadi, perilaku itu seolah bermain dengan maut bagi sang anak ataupun pengguna jalan lain.

Seperti contoh video dalam unggahan akun Instagram Dashcam Indonesia. Rekaman tersebut memperlihatkan seorang anak laki-laki yang sedang membonceng bocah perempuan yang menggunakan kerudung berwarna biru.

Kedua anak yang tidak menggunakan helm itu pun bahkan sempat melambaikan tangan ke kamera.

Melihat hal ini, Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), mengatakan, pengendara berusia di bawah umur menyumbang rata-rata 4.000 kecelakaan setiap tahun (2011-2015).

Baca juga: Bersihkan Mesin Motor Jangan Pakai Bensin

“Sampai saat ini, belum ada sanksi hukum bagi orangtua yang mengizinkan anaknya yang usianya belum pantas (di bawah umur) untuk menjadi pengemudi mobil atau sepeda motor. Orangtua baru hanya mendapatkan sanksi moral. Itu terjadi ketika mengizinkan anak di bawah umur yang kemudian menjadi pelaku kecelakaan lalu lintas di jalan,” ujar Edo belum lama ini kepada Kompas.com.

Menurut Edo, keluarga atau orangtua harus menjadikan keselamatan sebagai budaya, termasuk saat berlalu lintas di jalan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Lewat cara itu, akan lebih mudah mengajak anak-anak untuk tidak berkendara sebelum memiliki surat izin mengemudi (SIM),” katanya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dashcam Indonesia (@dashcamindonesia)

Lebih lanjut lagi, Edo menegaskan, masyarakat harus memperbaiki diri untuk terus membangun budaya keselamatan di jalan raya.

“Akar dari keselamatan adalah mematuhi aturan, yakni menguasai teknik berkendara yang mumpuni dan santun saat berlalu lintas. Sedangkan polisi hendaknya lebih tegas, konsisten, kredibel, transparan, dan tidak pandang bulu ketika menegakkan aturan di jalan raya,” ucapnya.

Sementara itu, Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan menambahkan, seseorang bisa dikatakan sudah dewasa dan cukup mental untuk mengemudikan kendaraan motor adalah usia 17 tahun.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.