Setelah Leaf, Nissan Siapkan Mobil Listrik Baru untuk Indonesia

Kompas.com - 07/10/2021, 08:22 WIB
Nissan Leaf KOMPAS.com/STANLY RAVELNissan Leaf

JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah Nissan Leaf meluncur pada Agustus 2021, PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) mengaku akan terus menjual mobil listrik lain ke Tanah Air.

Evensius Go, Presiden Direktur NMDI, mengatakan, saat ini Nissan telah memiliki produk di hampir semua segmen.

Kehadiran produk baru pada masa mendatang tentunya akan disesuaikan dengan permintaan dan kondisi pasar di Indonesia.

Baca juga: Akhirnya Daihatsu Buka Suara soal Generasi Baru Avanza-Xenia

Nissan LeafKOMPAS.com/Ruly Nissan Leaf

"Ke depan kami kembali ke market Indonesia, passenger car atau SUV juga ada,” ujar Evensius, dalam webinar Nissan-Forwot (6/10/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Yang pasti arah kami lebih ke teknologi. Kami masih ada produk dan arahnya akan ke e-Power," kata dia.

Menurut Evensius, pemerintah tengah mendorong perkembangan mobil listrik. Namun, dengan infrastruktur yang ada saat ini, sebaran SPKLU masih jadi tantangan tersendiri.

Baca juga: Masa Berlaku SIM 5 Tahun Dinilai Kurang Efektif

Nissan Kicks e-Power meluncur di IndonesiaKOMPAS.COM/STANLY RAVEL Nissan Kicks e-Power meluncur di Indonesia

"Makanya kami bawa teknologi e-Power. Seluruh kendaraan ini digerakkan oleh baterai tapi tidak perlu diisi ulang atau recharging. Ini akan sangat membantu di fase menuju mobil full elektrik," ucap Evensius.

Sementara itu, harga mobil listrik saat ini masih terbilang tinggi. Umumnya dihargai mulai Rp 600 jutaan ke atas.

Padahal berkaca dari tren penjualan mobil di Indonesia, kendaraan yang diminati berada di rentang harga Rp 200 jutaan hingga Rp 350 jutaan.

Baca juga: Aksi Solidaritas Pengemudi Truk Gagalkan Pencurian Ban Serep

Nissan Kicks e-Power, meluncur di IndonesiaKOMPAS.COM/STANLY RAVEL Nissan Kicks e-Power, meluncur di Indonesia

Evensius mengatakan, dengan terus bertumbuhnya penetrasi kendaraan listrik, diprediksi harga baterai bisa turun, dan akhirnya bisa berefek pada turunnya harga jual.

“Doakan ada produk mobil listrik yang di segmen itu (Rp 200 jutaan hingga Rp 350 jutaan), yang bisa kami bawa ke Indonesia. Yang utama bagi kami adalah mendukung program pemerintah,” kata Evensius.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.