Jangan Ngawur Bonceng Anak Saat Naik Sepeda Motor

Kompas.com - 06/10/2021, 11:22 WIB
Pemudik motor mulai padati jalur Kalimalang menuju Bekasi, Kamis (22/6/2017) OtomaniaPemudik motor mulai padati jalur Kalimalang menuju Bekasi, Kamis (22/6/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Bukan pemandangan yang langka ketika sedang di jalan melihat orang tua yang membonceng anak kecil di bagian depan sepeda motor.

Seperti contoh video yang diunggah oleh akun Instagram @merekamjakarta. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang anak kecil duduk sambil memejamkan matanya di bagian depan motor saat melintas di Jalan Raya Lenteng Agung arah Depok, Jagakarsa Jakarta Selatan.

Sebagai orang tua harusnya menyadari bahwa hal tersebut sangat membahayakan bagi sang anak, diri sendiri dan pembonceng serta pengguna jalan lainnya. Bahkan, polisi dan pakar keselamatan pun kerap kali mengimbau agar pengendara motor tidak membonceng anak di jok depan.

Baca juga: Lihat Pengendara Motor yang Ngobrol di Jalan, Jangan Ditegur

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, menempatkan anak kecil di jok depan sangat tidak diperbolehkan dan dibenarkan dalam aspek keselamatan, apa pun jenis motor yang digunakan.

“Jangan melihat penyebab langsungnya. Dalam konteks kecelakaan ini, membawa anak kecil dan ditaruh di depan adalah bentuk kelalaian fatal yang tidak dapat ditoleransi baik pada norma safety maupun legal hukum,” ujar Jusri.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Jakarta Lewat Kamera (@merekamjakarta)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jusri melanjutkan, pengendara yang ingin membonceg anak kecil harus ditempatkan dijok belakang, dengan catatan kaki sang anak sudah dapat menyentuh pijakan kaki dengan optimal.

“Jika kedua kakinya belum bisa menyentuh pijakan kaki dengan optimal, maka tidak direkomendasikan. Sebab si anak akan rentan keseimbangannya dan hal ini tentu akan berbahaya bagi keselamatan,” kata Jusri.

Baca juga: Terminal Tipe A Akan Diubah Jadi Lebih Mewah dan Lengkap

Menurut Jusri, sudah cukup banyak kecelakaan lalu lintas fatal dari roda dua yang melibatkan anak di bawah umur, bahkan balita saat sedang dibonceng. Sayangnya, jarang ada yang mengekspos insiden-insiden tersebut sehingga tak memberikan suatu perubahan pola pikir.

Selain dari sisi fatalitas, dampak yang jarang dipedulikan oleh orang tua adalah dari segi kesehatan anak.

“Perlu diketahui dengan menempatkan anak pada posisi depan baik berdiri atau pun duduk sama saja menjadikan anak sebagai tameng dari angin atau sesuatu hal lainnya yang bisa saja terlempar saat berkendara, belum lagi jika ada musibah yang tidak terduga,” ucap Jusri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.