Relaksasi PPnBM Berlanjut, Utilisasi Otomotif Ditargetkan Naik

Kompas.com - 25/09/2021, 07:02 WIB
Sales promotion girl (SPG) berpose di samping mobil dalam pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (25/4/2019). Pameran IIMS 2019 berlangsung hingga 5 Mei 2019 mendatang. Sebanyak 36 merek roda dua dan roda empat ikut memamerkan produk terbarunya di sini. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSales promotion girl (SPG) berpose di samping mobil dalam pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (25/4/2019). Pameran IIMS 2019 berlangsung hingga 5 Mei 2019 mendatang. Sebanyak 36 merek roda dua dan roda empat ikut memamerkan produk terbarunya di sini.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perpanjangan insentif terhadap instrumen pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) untuk kendaraan bermotor 1.500 cc hingga akhir tahun diharapkan mampu mendongkrak utilitas atau jumlah produksi industri otomotif nasional.

Pasalnya, insentif ini sudah terbukti mendorong pertumbuhan sektor otomotif sepanjang Maret-Juli 2021 hingga 46 persen dibandingkan tahun lalu. Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Dody Widodo.

"Kami berharap semoga program PPnBM DTP bisa mendongkrak utilisasi industri otomotif di Indonesia. Sehingga dapat memacu pemulihan perekonomian nasional," kata dia, Jumat (24/9/2021).

Baca juga: Diskon PPnBM Diperpanjang, Target Penjualan Mobil Tahunan Bisa Tercapai

Ilustrasi penjualan mobilKOMPAS.com/STANLY RAVEL Ilustrasi penjualan mobil

Dody mengatakan, program relaksasi PPnBM DTP kendaraan bermotor berhasil meningkatkan penjualan mobil yang masuk dalam skema program tersebut, karena masih tingginya daya beli masyarakat.

Kemudian, berkontribusi terhadap perekonomian nasional melalui peningkatan volume penjualan kendaraan bermotor, penciptaan output atau PDB, lapangan kerja, pendapatan rumah tangga, dan pendapatan negara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kebijakan ini telah menjadi game changer di tengah pandemi yang dihadapi Indonesia saat ini," ujar Dody.

Lebih lanjut, berdasarkan catatan Kemenperin mobil yang masuk dalam skema terkait sebelum pandemi yakni mencapai 126.681 unit. Sementara pada Maret 2019, penjualan mobil tersebut sekitar 46.544 unit dan terus menurun pada April dan Mei menjadi 40.000 unit dan 40.137 unit.

Baca juga: Ini Risiko jika Motor Dipaksa Angkut Banyak Galon

Karyawan yang sedang bekerja di pabrik mobil Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China.Reuters Karyawan yang sedang bekerja di pabrik mobil Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China.

Memasuki awal pandemi tahun lalu (2020), penjualan semakin turun menjadi 44.844 unit dengan penurunan terendah di April dan Mei, yakni 9.426 unit serta 6.907 unit.

Setelah pemberlakuan program relaksasi PPnBM DTP mulai Maret 2021, penjualan mobil yang masuk dalam skema relaksasi ini meningkat menjadi 99.370 unit. Untuk sementara, lonjakkan tertinggi terjadi pada Maret 2021, 40.833 unit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.