Tips untuk Pemula Saat Mengemudikan Mobil Transmisi Manual di Jalan Menanjak

Kompas.com - 31/08/2021, 11:12 WIB
Glory 580 Menanjak, Kamis (10/12/2020). KOMPAS.com/RulyGlory 580 Menanjak, Kamis (10/12/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak pengemudi mobil yang kewalahan saat terjebak macet di tanjakan curam. Terutama bagi pengemudi yang menggunakan mobil transmisi manual, jika mobil kemudian tidak kuat menanjak saat harus berjalan.

Apalagi jika pengemudi masih merupakan pemula dalam mengemudikan mobil manual, tentu saja berhenti di tanjakan menjadi momen yang menakutkan.

Baca juga: Masih Ada Saja Pengendara Motor Bandel yang Parkir di Jalur Penyelamat

Menanggapi hal ini, Marcell Kurniawan selaku Training Director The Real Driving Center (RDC), mengatakan, sebaiknya bagi pengemudi pemula harus menggunakan jasa kursus agar benar-benar dapat mengemudikan mobil manual.

"Pertama seseorang itu kalau yang pemula harus menggunakan jasa kursus mengemudi untuk belajar. Sehingga dia bukan hanya belajar sendiri dan akhirnya cuma pakai feeling untuk mengemudi," kata Marcell kepada Kompas.com, Senin (30/8/2021).

Jalan menanjak dan rusak.Agung Kurniawan Jalan menanjak dan rusak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Marcell, pada saat di tanjakan ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh pengemudi terutama pengemudi mobil manual.

Baca juga: Buat yang Belum Tahu, Ini Fungsi AC Mobil Saat Kondisi Hujan

"Sebenarnya jika kita sedang ditanjakan yang paling penting untuk kita ketahui ialah kita harus medapatkan biting point dulu," ucap Marcell.

Saat di tanjakan, ada gravitasi yang menarik mobil ke belakang dan tenaga mesin yang membuat kita maju ke depan. Namun disaat yang bersamaan mobil juga ditahan oleh rem.

"Jadi intinya kita harus membuat mesin itu mengalahkan gravitasi, berusaha untuk menggerakkan mobil dahulu baru kita lepas penahannya," kata Marcell.

Berapa konsumsi BBM Honda BR-V saat dipakai di jalan tol dan jalur menanjak?kompas.com Berapa konsumsi BBM Honda BR-V saat dipakai di jalan tol dan jalur menanjak?

Marcell menambahkan, kebanyakan orang sudah mendapatkan biting point namun terlambat untuk menurunkan rem tangan. Atau koplingnya diangkat terlalu tinggi sehingga mesin mobil mati.

Baca juga: Fortuner 2.800 cc Dapat Penyegaran, Harga Tembus Rp 700 Jutaan

"Jadi yang perlu dijaga, kita harus tau dimana biting point kendaraan tersebut. Kalau kita tidak mendapatkan dengan kopling ya mau tidak mau kitatambah gas dikit," kata dia.

Pada saat mengemudi di tanjakan, Marcell menyarankan untuk tidak gantung kopling atau bermain setengah kopling. Hal ini akan menyebabkan kampas kopling menjadi cepat aus.

"Yang penting di tanjakan jangan pernah gantung kopling, harus menggunakan rem tangan atau rem kaki untuk alasan keamanan dan kopling lebih awet," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.