Kenapa Bus di Indonesia Dijual dari Sasis Saja?

Kompas.com - 31/08/2021, 10:42 WIB
Sasis bus Hino R260 tribunnews.comSasis bus Hino R260

JAKARTA, KOMPAS.comBus yang ada di Indonesia bermula dari sebuah sasis. Misalnya ingin membuat bus Hino, pertama adalah beli sasis ke Hino, lalu bodinya dibuat oleh karoseri, begitu juga dengan merek lainnya.

Sedangkan jika melihat di luar negeri, merek seperti Mercedes Benz punya lini produk busnya, seperti Setra. Lalu mengapa jika membuat bus di Indonesia harus dari sasis terlebih dahulu?

Prasetyo Adi, Deputy GM Product Division PT Hino Motors Sales Indonesia mengatakan, dijualnya bus dari sasis karena menyangkut strategi usaha dan aturan pemerintah mengenai monopoli usaha.

Baca juga: Fortuner 2.800 cc Dapat Penyegaran, Harga Tembus Rp 700 Jutaan

Fasilitas perakitan bus Karoseri Laksana di Ungaran, Semarang, Jawa TengahKOMPAS.com/Dio Fasilitas perakitan bus Karoseri Laksana di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah

“Pertama soal biaya, lebih murah kalau dikaroseri atau dibuatkan bodinya di dalam negeri,” ucap Prasetyo kepada Kompas.com, Senin (30/8/2021).

Sedangkan jika mendatangkan bodi bus secara utuh dari merek tertentu, bisa terkena peraturan monopoli usaha. Hal ini dikarenakan mulai dari sasis, bodi, sampai penjualan, dikuasai oleh merek tersebut.

Baca juga: Tips Rem Mendadak Saat Kecepatan Tinggi untuk Pengemudi Mobil

“Hal ini tidak boleh menurut peraturan pemerintah mengenai monopoli dagang, atau disebut dengan usaha dari hulu ke hilir,” ucap Prasetyo.

Jadi jika membuat bus bermula dari sasis saja, semua sektor bisa mendapatkan bagiannya. APM bisa menjual sasisnya, karoseri membuat bodinya, dan masih banyak lagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.