Rawan Korsleting, Jangan Asal Ganti Lampu Mobil

Kompas.com - 31/08/2021, 09:12 WIB
Ilustrasi lampu mobil. Autoguide.comIlustrasi lampu mobil.

JAKARTA, KOMPAS.com - Memodifikasi mobil dengan mengganti lampunya dari yang standar dengan produk yang lebih terang umum dilakukan oleh pemilik kendaraan. Alasannya karena pancaran lampu mobil standar dirasa kurang terang.

Penggantian jenis lampu pun beragam, mulai dari LED, HID, hingga menggunakan proyektor. Namun pemilik mobil jangan asal melakukan penggantian. Sebab modifikasi di bagian kelistrikan ini berisiko timbul korsleting. Bisa-bisa mobil akan terbakar.

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna mengatakan, ada dua hal yang menyebabkan modifikasi kelistrikan di mobil rawan korsleting. Yang pertama adalah spesifikasi berupa tingkat voltase dan watt antara kabel dan lampu harus sesuai. Apabila ada ketidaksesuaian, potensi terjadinya korsleting makin besar.

Baca juga: Fortuner 2.800 cc Dapat Penyegaran, Harga Tembus Rp 700 Jutaan

“Misal standarnya kabel biasa mampu mengalirkan (daya) 5 ampere. Kemudian lampu diganti dengan kapasitas yang lebih besar, sehingga kabel yang biasa mengalirkan 5 ampere harus mengalirkan arus yang lebih besar pula,” ucap Suparna kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Satu unit mobil Vios dengan nomor polisi B 1735 BER terbakar di kilometer 1 Jalan tol layang Wiyoto Wiyono arah Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (16/1/2021). Diduga karena korsleting. Dokumentasi Damkar Jaktim Satu unit mobil Vios dengan nomor polisi B 1735 BER terbakar di kilometer 1 Jalan tol layang Wiyoto Wiyono arah Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (16/1/2021). Diduga karena korsleting.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal tersebut mengakibatkan suhu kabel cepat naik dan berpotensi membuat material pelapis kabel terkelupas. Jika kabel yang sudah terkelupas ini teraliri daya listrik dan bersentuhan, korsleting dapat terjadi.

Selanjutnya poin kedua adalah proses pemasangan atau instalasi lampu modifikasi ke sistem kelistrikan yang sudah ada pada mobil.

Baca juga: Buat yang Belum Tahu, Ini Fungsi AC Mobil Saat Kondisi Hujan

“Kan biasanya disuntik-suntik, kabel dipotong lalu disambung dengan yang baru. Sambungan ini harus kuat, misalnya dilakukan penyolderan dan diisolasi yang kuat. Sehingga sambungan tidak terbuka dan menyebabkan korsleting,” kata Suparna melanjutkan.

Modifikasi perangkat kelistrikan pada mobil memang harus dilakukan dengan ketelitian tinggi. Sebab banyak kasus mobil kebakaran diawali dari korsleting akibat instalasi kelistrikan seperti lampu yang tidak standar.

Suparna pun turut mengingatkan bahwa melakukan ubahan pada rangkaian kelistrikan jelas akan membuat garansi mobil hangus. Oleh sebab itu, pikir lagi dengan matang sebelum berniat memodifikasi mobil kesayangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.