Jangan Sembarangan Ganti Aki Mobil, Salah Sedikit Fatal Akibatnya

Kompas.com - 31/08/2021, 08:12 WIB
Ilustrasi pemasangan aki mobil KOMPAS.com / Aditya MaulanaIlustrasi pemasangan aki mobil

JAKARTA, KOMPAS.com - Modifikasi pada perangkat kelistrikan mobil seperti penggantian lampu atau penambahan sistem audio dapat berpengaruh pada beban kelistrikan. Bisa-bisa aki akan cepat tekor.

Sebagai solusi, sebagian orang memilih untuk mengganti aki mobilnya dengan kapasitas yang lebih besar untuk mengakomodasi kelebihan beban yang dibutuhkan dari hasil modifikasi.

Lantas apakah penggantian aki dengan kapasitas yang lebih besar sudah cukup menjawab permasalahan tersebut?

Baca juga: Fortuner 2.800 cc Dapat Penyegaran, Harga Tembus Rp 700 Jutaan

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna mengatakan, memang ada sistem pengisian dari alternator jika aki sudah tekor. Namun tingginya beban kelistrikan tadi menyebabkan alternator bekerja lebih keras lagi.

Alternator mobilcarvaganza.com Alternator mobil

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Pengisian dari alternator yang bekerja keras terus-menerus, akan menyebabkan panas. Saat panas, bisa timbul api, sehingga mobil bisa terbakar,” ucap Suparna kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Alternator memang bertugas untuk mengisi daya pada aki saat mesin mobil sedang bekerja. Lantas jika daya aki sudah penuh, alternator akan berhenti mengisi secara otomatis. Jika diilustrasikan secara sederhana, alternator seperti sebuah pompa dan aki adalah ban yang hendak diisi udara.

Baca juga: Buat yang Belum Tahu, Ini Fungsi AC Mobil Saat Kondisi Hujan

“Misalnya pompa yang kecil mengisi ban untuk truk besar, pasti tekor. Jadi ganti baterai yang besar tidak begitu saja menjadi solusi beban kelistrikan ini,” kata Suparna menambahkan.

Lalu jika berniat untuk mengganti alternator, Suparna mengingatkan bahwa akan ada permasalahan baru yang timbul. Alternator bekerja karena disambungkan dengan v-belt ke mesin. Alternator yang besar tentu menambah beban bagi mesin.

“Nanti efeknya mesin jadi lebih lemot. Kemudian penggunaan bahan bakarnya jadi boros,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.