Masih Banyak Bus Ngebut di Jalan Tol, Salip Kendaraan dari Kiri

Kompas.com - 14/08/2021, 10:02 WIB
Bus mengebut di jalan tol INSTAGRAM/DASHCAM_OWNERS_INDONESIABus mengebut di jalan tol

JAKARTA, KOMPAS.comJalan tol di Pulau Jawa memang bisa dibilang sudah cukup baik. Bahkan jalan tol ini sudah dimanfaatkan berbagai PO bus agar mempersingkat waktu tempuh ketika melakukan perjalanan ke luar kota.

Namun, jalan tol kerap digunakan bukan sebagaimana mestinya oleh bus. Bus yang memiliki dimensi besar, kerap memacu kendaraannya hingga kecepatan tinggi, bahkan tidak jarang yang menyalip dari bahu jalan.

Misalnya seperti video yang diunggah akun dashcam owners Indonesia di Instagram. Pada video tersebut, mobil perekam disalip oleh dua bus, satu dari lajur kanan dan satu lagi dari bahu jalan.

Baca juga: Mengenal Pelat Nomor Dewa yang Ada di Jalan Raya

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dash Cam Owners Indonesia (@dashcam_owners_indonesia)

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengingatkan untuk para sopir bus untuk tidak jadi pembunuh di jalan raya. Hal ini dikarenakan hukuman yang akan mereka terima itu berat jika ada korban dari aksinya yang ugal-ugalan.

“Tertib lalu lintas untuk keselamatan adalah budaya, bukan slogan semata. Karena pada akhirnya yang diukur di jalan raya adalah etika,” kata Sony kepada Kompas.com, Jumat (13/8/2021).

Sony juga tidak membenarkan aksi sopir bus yang menyalip dari bahu jalan apapun alasannya. Bahu jalan merupakan tempat kendaraan berhenti dalam situasi darurat, risiko bahanya tinggi.

Baca juga: Jangan Sampai Kena Tilang, Pasang Pelat Nomor Harus Sesuai Aturan

“Di Indonesia, kendaraan menganut lajur kiri, sehingga mendahului wajib dari sisi kanan,” ucap Sony.

Mendahului kendaraan itu harus terukur dan beretika. Terukur artinya dengan teknik yang aman, misalnya lewat sisi kanan, lembut, dan dilakukan ketika dibutuhkan saja.

“Beretika artinya, tidak menyalahi aturan-aturan lalu lintas, sehingga keselamatan pihak lain juga diperhitungkan," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.