Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Honda Astrea Grand Lowrider Pesanan Kasetpres Jokowi

Kompas.com - 30/07/2021, 08:22 WIB
Gilang Satria,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com - Bukan cuma Presiden Joko Widodo yang kepincut motor custom, beberapa pejabat negara juga diketahui suka dengan motor hasil modifikasi.

Salah satunya ialah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, yang membeli Yamaha Scorpio kustom bergaya scrambler garapan bengkel Icus Custom di Semarang, Jawa Tengah.

Baca juga: Suzuki Thunder 250 Ini Jadi Wakil Indonesia di AS

Kini Heru Budi Hartono, Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) yang diketahui suka motor custom. Heru memesan motor bergaya lowrider ke Enggal Modified di Banyuwangi, Jawa Timur.

"Sebetulnya motor ini pesanan yang kedua, yang pertama malah belum kelar. Motor pertamanya itu Yamaha Vega," kata Enggal Purna Prahara sang builder kepada Kompas.com, Kamis (29/7/2021).

Enggal mengatakan proses tukar pikiran untuk menentukan desain tidak berlangsung lama. Heru minta dibuatkan motor bergaya lowrider, dan kemudian dipilih basis mesin Honda Astrea Grand.

"Semua lewat telepon, desain dari saya. Orangnya yang penting minta dibuatkan yang aneh dan unik," kata Enggal.

Baca juga: Bikin Komponen Sepeda Motor Bebas Karat, Cuma Pakai Baking Soda

Desain awal kata Enggal terinspirasi dari sepeda lowrider. Untuk itu agar mendapat proporsi yang diinginkan hampir semua komponen dibuat sendiri, mulai dari suspensi, sasis hingga setang.

"Semua parts kita bikin sendiri. Untuk sasis kita pakai material pipa seamless ukurannya 1,5 inci depan, terus frame bagian bawah itu setengah inci sampai ke lengan ayun," katanya.

Agar kesan klasiknya lebih kental suspensi depan pakai model springer. Bagian pernya dibuat dari suspensi belakang Honda Supra. Adapun bagian belakang rigid alias tanpa sokbreker.

"Tadinya minta depan belakang rigid, tapi saya bilang kalau rigid bakal keras sekali bawanya walaupun jarang dipakai, depannya lebih asik kalau pakai springer saja," kata Enggal.

Karena bentuk tangkinya menyatu dengan sasis yang ramping, maka tangki bahan bakarnya tidak bisa terlalu besar. Enggal mengatakan kapasitas tangki hanya cukup menampung 1,5 liter bensin.

Baca juga: Permintaan Marc Marquez buat Hadapi Kecepatan Yamaha dan Ducati

Meski demikian kata Enggal, tidak perlu khawatir bakal kehabisan bensin di jalan karena mesin motor bebek Honda zaman dulu dikenal irit bahan bakar.

Detail yang menarik ialah Enggal cerdik membuat area mesin terlihat padat dan tidak kopong. Padahal mesin motor bebek tiduran sehingga cenderung membuat area di bawah tangki jadi lowong.

"Posisi mesinnya kita naikkan depannya jadi dongak ke atas kita naikkan 5-7 cm, karena biasanya kan benar-benar tidur. Kemudian manifold standar kita potong dan putar ke belakang," katanya.

Sentuhan akhir motor dilabur warna kuning cerah. Dipadu jok tunggal warna cokelat dengan tambahan per. Kemudian pelek depan belakang memakai warna hitam biar kontras dengan bodi.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Komentar
cakep!! tapi red kompas, ngurus jadi road legal gmn???


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
China Minta AS Cabut Perintah Terkait Minyak Asal Venezuela
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau