Ketahui Alasan Rem Cakram Dibuat Berlubang

Kompas.com - 24/07/2021, 13:42 WIB
Kaki depan Yamaha R15 dan CBR 150. Rem cakram jadi perangkat standar pengerema kedua motor ini Otomania/Setyo AdiKaki depan Yamaha R15 dan CBR 150. Rem cakram jadi perangkat standar pengerema kedua motor ini

JAKARTA, KOMPAS.com - Sepeda motor zaman sekarang sudah jarang dibekali dengan rem tromol. Pada umumnya, sudah dibekali dengan sistem pengereman yang mengandalkan cakram agar lebih pakem.

Bentuk cakramnya juga bermacam-macam, ada yang bulat sempurna dan ada yang bergelombang. Namun, keduanya sama-sama memiliki lubang-lubang pada bagian permukaannya.

Baca juga: Pelajari Penyebab Munculnya Karat pada Rem Cakram

Sebagian motor-motor zaman dulu, tidak memiliki lubang-lubang pada rem cakram atau disebut juga cakram buta. Ada juga sebagian yang dibuat berlubang, tapi berupa garis panjang, tidak bulat-bulat, seperti pada Yamaha RX 100, RXK, RX 125, dan lainnya.

Yamaha RX 125 TwinKompas.com/Donny Yamaha RX 125 Twin

Alasan sebenarnya cakram ini dibuat berlubang berhubungan dengan performa pengereman. Bukan hanya sekadar untuk estetika saja.

GM Aftersales Service and Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) M. Abidin, mengatakan, desain cakram seperti itu memiliki dua fungsi utama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kenali Plus Minus Rem Cakram dan Rem Tromol

“Pertama, untuk mempermudah proses pelepasan panas. Pelepasan panas yang dimaksud yaitu gesekan yang terjadi saat pengereman, antara piringan dan kampas rem,” ujar Abidin, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Abidin mengatakan, lubang-lubang pada piringan cakram dibuat untuk pengurangan bobot kendaraan. Banyaknya lubang juga ditentukan oleh kebutuhan daya rem.

BMW R NineT didukung anti-lock braking system (ABS) dan rem cakram ganda yang dijepit rem Brembo dengan kaliper 4-piston.Febri Ardani/KompasOtomotif BMW R NineT didukung anti-lock braking system (ABS) dan rem cakram ganda yang dijepit rem Brembo dengan kaliper 4-piston.

"Ini biasanya disesuaikan dengan besarnya power motor yang digunakan. Sehingga, pengendalian total sepeda motor akan seimbang, antara power mesin dan power pengeremannya," kata Abidin.

Desain cakram pada motor berkapasitas 150 cc tentu akan berbeda dengan motor gede (moge) yang memiliki kapasitas mesin di atas 400 cc. Bisa saja jumlah lubangnya lebih banyak dan diameter cakramnya juga lebih besar.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.