Pabrikan Jepang Terancam Kehilangan Pasar di Thailand dan Indonesia

Kompas.com - 23/07/2021, 08:02 WIB
Ilustrasi pameran otomotif, Bangkok International Motor Show. bangkokpost.comIlustrasi pameran otomotif, Bangkok International Motor Show.

JAKARTA, KOMPAS.com – Merek otomotif Jepang bisa dibilang sangat mendominasi pasar mobil di Asia Tenggara. Namun, peta persaingan perlahan tapi pasti berubah semenjak pabrikan China dan Korea selatan aktif meluncurkan mobil listrik, termasuk di Thailand dan Indonesia.

Baru-baru ini di Thailand, pabrikan Great Wall Motor asal China meluncurkan kendaraan sport hybrid Haval H6 dengan slogan ‘sudah waktunya untuk berubah’.

Hal ini jadi penanda bahwa perusahaan otomotif Jepang harus bersiap menghadapi masa-masa akhir monopoli pasar ASEAN.

Baca juga: Upgrade Kijang Innova Lama Jadi Model Baru, Cuma Rp 15 Jutaan

Great Wall Haval H6asia.nikkei.com Great Wall Haval H6

Dilansir dari Nikkei Asia (22/7/2021), saat ini sebanyak 90 persen mobil yang dibuat dan dijual di Thailand merupakan mobil mesin bakar internal yang berasal dari pabrikan Jepang.

Akan tetapi, dengan memanfaatkan momentum penjualan mobil listrik global, Great Wall menginvestasikan lebih dari 700 juta dolar AS atau setara Rp 10 triliun di Thailand, untuk membuat kendaraan listrik dan hybrid pada 2023.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami akan menjadi pemimpin dalam kendaraan listrik di Thailand dan bekerja sama dalam memajukan industri ini," kata Zhang Jiaming, presiden Great Wall Thailand dan Asia Tenggara, dikutip dari Nikkei Asia.

Baca juga: Respons Jasa Marga soal Orang yang Berbaring di Tengah Jalan Tol

Pabrik SAIC Motor Thailand.Nikkei Pabrik SAIC Motor Thailand.

Seperti diketahui, Thailand termasuk dalam negara yang relatif lebih lambat menjual mobil listrik. Sejauh ini belum ada merek besar yang memproduksi mobil listrik secara lokal.

Tahun lalu saja, penjualan mobil listrik hanya mencatat 1.400 unit, di mana 60 persen di antaranya bermerek SAIC Motor yang diimpor dari luar negeri.

Oleh sebab itu, pemerintah Thailand memberikan sejumlah insentif bagi proyek kendaraan ramah lingkungan untuk mengejar target 30 persen produksi lokal pada 2030 adalah mobil listrik.

Baca juga: Toyota Rush Pimpin Pasar SUV Murah Semester Pertama 2021

Pembangunan pabrik Hyundai di Indonesia terus berjalan di tengah pandemi coronaIstimewa Pembangunan pabrik Hyundai di Indonesia terus berjalan di tengah pandemi corona

"Pemain China pasti akan mengisi celah dan mendapatkan pangsa pasar dengan listrik murah," kata Hajime Yamamoto dari Nomura Research Institute.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.