Gaikindo Tawarkan Solusi Mempercepat Penjualan Mobil Listrik

Kompas.com - 23/07/2021, 07:02 WIB
Taiwan rajai industri mobil listrik Dok. Pixabay.comTaiwan rajai industri mobil listrik

JAKARTA, KOMPAS.com – Dibandingkan dengan mobil mesin bakar internal, penjualan mobil listrik di Indonesia masih sangat sedikit. Gaikindo pun menawarkan sejumlah solusi untuk mempercepat penjualannya di Tanah Air.

Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo, mengatakan, dipasarkannya sejumlah model mobil listrik menjadi jalan masuk Indonesia ke era elektrifikasi. Apalagi ke depannya Indonesia juga telah berencana membangun pabrik baterai mobil listrik.

“Bagaimanapun juga kita akan mengarah ke mobil listrik sebagai salah satu alternatif. Namun, proses adopsinya tentunya bisa dilakukan secara alamiah,” ujar Kukuh, dalam webinar Industrial Automation (22/7/2021).

Baca juga: Respons Jasa Marga soal Orang yang Berbaring di Tengah Jalan Tol

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (kiri) bersama Ketua MPR yang juga ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (kanan) meninjau stan Toyota untuk mobil listrik pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (kiri) bersama Ketua MPR yang juga ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (kanan) meninjau stan Toyota untuk mobil listrik pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

“Misalnya pada waktu masyarakat atau melakukan transisi kendaraan dari manual transmission ke automatic transmission, di saat masyarakat bisa merasakan manfaatnya mereka akan memilih kendaraan tersebut,” kata dia.

Kukuh juga mengatakan, pemerintah harus bergerak aktif membuat program semacam LCGC/KBH2 yang dilakukan pada 2013, tapi khusus untuk mobil listrik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kemudian kalau kita memang menginginkan, dan pemerintah juga menginginkan melakukan percepatan electric vehicle, bisa dilakukan pendekatannya dengan memperkenalkan program kendaraan bermotor listrik dengan harga terjangkau,” ucap Kukuh.

Baca juga: Upgrade Kijang Innova Lama Jadi Model Baru, Cuma Rp 15 Jutaan

MG ZS EV dan Hyundai Kona EV jadi mobil listrik yang bermain di segmentasi serupaKOMPAS.com/DIO DANANJAYA MG ZS EV dan Hyundai Kona EV jadi mobil listrik yang bermain di segmentasi serupa

Selain itu, dari sisi riset dan pengembangan produk juga perlu digiatkan. Menurut Kukuh, perlu ada mobil listrik yang disiapkan khusus untuk pasar Indonesia.

“Kenapa diperlukan? Karena kendaraan listrik yang saat ini beredar di dunia, umumnya dikembangkan di negara-negara yang memiliki empat musim. Sementara di Indonesia punya dua musim, musim hujan dan musim panas,” kata Kukuh.

“Dan suhunya (Indonesia) selalu panas, dan kendaraan itu mau tidak mau akan selalu menggunakan AC. Ini konsumsinya berbeda, oleh karena itu perlu ada penelitian lebih dalam di situ,” ujarnya.

Baca juga: Toyota Rush Pimpin Pasar SUV Murah Semester Pertama 2021

Sasis, baterai, motor listrik pada mobil listrik murni (BEV) Toyota, Lexus UX 300e.Toyota Sasis, baterai, motor listrik pada mobil listrik murni (BEV) Toyota, Lexus UX 300e.

Terakhir, berkembangnya mobil listrik di Tanah Air tak lepas dari rencana produksi baterai secara lokal. Jika rencana tersebut dapat terealisasi, penjualan akan tumbuh dengan sendirinya.

“Jadi Gaikindo mendukung upaya pengembangan electric vehicle, apalagi kalau kemudian baterainya buatan Indonesia. Karena raw material-nya ada di kita, sehingga kita bisa bilang ‘apapun kendaraan listriknya, yang penting baterainya buatan Indonesia’,” kata Kukuh.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.