Kompas.com - 17/07/2021, 11:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Pekerjaan seperti menjadi pengemudi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) bisa di bilang berbeda dengan pengemudi lainnya. Salah satu yang berbeda adalah sistem penggajian pengemudinya.

Pengemudi bus AKAP biasanya digaji berdasarkan sekali perjalanan Pergi Pulang (PP). Jadi ketika pengemudi selesai melakukan perjalanan, baru bisa mendapatkan bayarannya.

Namun, sistem penggajian setiap PP ini juga terbagi lagi jadi dua, ada yang dipisah dengan uang jalan dan ada juga yang borongan atau digabung. Uang jalan sendiri merupakan uang yang diberikan PO bus ke pengemudi untuk solar dan tol.

Baca juga: Modus Kaca Mobil Dilempari Telur, Langsung Nyalakan Wiper

Suasana terminal bus Kalideres, Selasa (13/4/2021).Kompas.com/Sonya Teresa Suasana terminal bus Kalideres, Selasa (13/4/2021).

“Dipisah artinya uang jalan dan gaji berbeda uangnya. Jadi ketika tugas sudah selesai, baru gajian,” ucap Anthony Steven Hambali, pemilik PO Sumber Alam kepada Kompas.com, Jumat (16/7/2021).

Sedangkan yang borongan, uang jalan dengan gaji pengemudi digabung. Jadi sekali jalan, pengemudi sudah mendapatkan sejumlah uang untuk bayar solar, tol, dan gaji.

Baca juga: Spek Kawasaki Ninja H2 Doni Salmanan, Biaya Modifikasinya Rp 400 Juta

Sopir bus AKAP PO Murni Jaya, Suryadi mengaku sepi penumpang setelah adanya virus corona. Hal itu dikatakan saat berada di Terminal Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (3/4/2020).dokumentasi pribadi Sopir bus AKAP PO Murni Jaya, Suryadi mengaku sepi penumpang setelah adanya virus corona. Hal itu dikatakan saat berada di Terminal Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (3/4/2020).

“Jadi kalau dia (pengemudi) bisa irit BBM, bisa dapat tambahan pendapatan,” kata Anthony.

Cuma perlu diingat, jika pengemudi terlalu boros BBM, tentu gajinya bisa berkurang. Gaji yang berkurang karena uang jalan sudah habis dan harus tombok dari gaji pengemudi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.