Okupansi Bus AKAP Masih Saja Belum Membaik

Kompas.com - 29/06/2021, 11:42 WIB
Sejumlah penumpang hendak menaiki bus di depan Terminal Bayangan Cimanggis, Tangerang Selatan, Senin (3/5/2021). mudik singkatan apa, arti mudik, mudik adalah, arti mudik, mudik artinya. KOMPAS.com/Tria SutrisnaSejumlah penumpang hendak menaiki bus di depan Terminal Bayangan Cimanggis, Tangerang Selatan, Senin (3/5/2021). mudik singkatan apa, arti mudik, mudik adalah, arti mudik, mudik artinya.

JAKARTA, KOMPAS.comPandemi Covid-19 di Indonesia memang masih berlangsung. Bahkan saat ini bisa dibilang kondisinya semakin parah, penularan Covid-19 terus naik di berbagai daerah.

Salah satu yang juga terdampak dari pandemi ini adalah transportasi darat, khususnya bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Sejak pandemi, perusahaan bus sangat kesulitan karena penumpang yang berkurang.

Belum lagi sudah dua kali lebaran, mereka tidak boleh beroperasi untuk mengangkut orang yang mudik. Saat ini, bus AKAP sudah kembali beroperasi dengan normal dan tentu harus tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Baca juga: Pengemudi Arogan, Innova Ngotot Lawan Arah hingga Mengancam Memukul

Sejumlah penumpang bus tengah bersiap untuk menaiki salah satu layanan bus dari Terminal Poris Plawad, Minggu (11/4/2021).KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL Sejumlah penumpang bus tengah bersiap untuk menaiki salah satu layanan bus dari Terminal Poris Plawad, Minggu (11/4/2021).

Lalu bagaimana okupansi bus AKAP saat ini?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ismuyoko Staf Operasional PO Putera Mulya Sejahtera mengatakan, kalau pada akhir Juni 2021, memang siklusnya sedang sepi, jadi tidak memuat banyak penumpang.

“Mau yang ke Jawa Timur atau Jawa Tengah, rata-rata cuma terisi 40 persen,” ucap Ismuyoko kepada Kompas.com, Senin (28/6/2021).

Menurut Ismuyoko, musim paling ramai adalah saat sebelum puasa, menjelang lebaran, dan tahun baru. Namun bisa dilihat pada lebaran tahun ini, bus pun dibatasi operasionalnya.

Baca juga: Wuling Pangkas Harga Confero, Lebih Murah dari Toyota Calya

Anthony Steven Hambali, pemilik PO Sumber Alam juga mengatakan, naik turunnya jumlah penumpang saat ini tidak bisa diprediksi. Bahkan pada awal bulan Juni, okupansi penumpang sempai membaik.

“Sekarang baru turun lagi karena isu kenaikan Covid. Awal bulan padahal sudah mencapai 40 persen, sekarang jadi turun ke 30 persen okupansinya,” kata Anthony.

Anthony juga mengatakan, biasanya, sebelum pandemi, periode akhir Juni sampai awal Juli ini seharusnya ramai karena libur sekolah. Namun saat pandemi seperti sekarang, jumlah penumpang sulit diprediksi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.