Mobil Listrik Mau Laris di Indonesia, Ini Kata Hyundai

Kompas.com - 25/06/2021, 15:01 WIB
Hyundai Track Day 2021 DOK. HMIDHyundai Track Day 2021
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Penjualan mobil listrik saat ini masih terbilang sedikit dibandingkan mobil bermesin konvensional. Namun, ada sejumlah faktor yang membuat penjualan mobil listrik bisa meningkat.

Makmur, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), mengatakan, hal utama yang mendorong penjualan mobil listrik adalah kebijakan dan peraturan dari pemerintah.

“Ini merupakan insentif-insentif yang sangat baik dan men-support masyarakat kita semuanya,” ujar Makmur, dalam webinar Prospek dan Tantangan Industri Baterai Nasional yang disiarkan Youtube UI Teve (24/6/2021).

Baca juga: Sering Terjadi, Ini Kesalahan Saat Pasang Dongkrak

Hyundai Kona EV saat mengisi daya di SPKLU PLNKOMPAS.com/DIO DANANJAYA Hyundai Kona EV saat mengisi daya di SPKLU PLN

Menurutnya, dasar dari penjualan EV (Electric Vehicle) dimulai waktu pemerintah mengeluarkan aturan PP 55/2019.

Aturan ini berisi percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan. Kemudian diberikan juga insentif tambahan PP 73/2019, tentang adanya PPnBM 0 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak ketinggalan keringanan biaya PKB dan BBN-KB hanya 10 persen dari tarif normal sesuai dengan PM 8/2020 dan PM 1/2021. Serta kebijakan pengadaan SPKLU dalam PM 13/2020).

Baca juga: Honda Resmi Luncurkan Civic Hatchback Terbaru

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) dan PT Lippo Malls Indonesia (LMI) melakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama untuk menyediakan fasilitas pengisian baterai mobil listrik dipusat perbelanjaan, Senin (12/4/2021).KOMPAS.com/Ruly PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) dan PT Lippo Malls Indonesia (LMI) melakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama untuk menyediakan fasilitas pengisian baterai mobil listrik dipusat perbelanjaan, Senin (12/4/2021).

“Ini sangat berkontribusi besar. Karena harga EV rata-rata di atas Rp 1 miliar. Dengan adanya kontribusi PPnBM 0 persen ini makanya itu juga mendorong penjualan EV di Indonesia.

Sehingga Hyundai juga berterima kasih, di sini bisa memberikan harga yang kompetitif,” kata dia.

“Jadi ini merupakan insentif pajak yang diberikan pemerintah sangat besar, memberikan kontribusi untuk harga yang kompetitif,” ujar Makmur.

Baca juga: Jangan Sampai Terlewat, Ini Denda Pajak Kendaraan di Jawa Barat

Diler Hyundai terbaru di Depok, Jawa Barat.Dok. HMID Diler Hyundai terbaru di Depok, Jawa Barat.

Belum lagi aturan khusus pemakai EV di Jakarta, di mana konsumen EV mendapatkan bebas ganjil genap (Pergub 88/2019) dan juga BBN-KB menjadi 0 persen (Pergub 3/2020).

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.