Rekomendasi KNKT untuk Kurangi Kecelakaan Truk di Flyover Kretek

Kompas.com - 22/06/2021, 19:21 WIB
Jalan layang Dermoleng Bina MargaJalan layang Dermoleng

BREBES, KOMPAS.comFlyover Kretek yang ada di Brebes, Jawa Tengah kerap menimbulkan kecelakaan. Misalnya pada Sabtu (19/6/2021) sebuah truk dengan muatan gandum terguling karena rem blong dan menabrak sebuah minibus dan bengkel.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memberikan beberapa rekomendasi agar kecelakaan di lokasi tersebut bisa dikurangi. Rekomendasi KNKT terdiri dari preventif, edukatif, dan preemptive.

Senior Investigator KNKT Ahmad Wildan mengatakan, untuk preventif, dilakukan pemasangan papan peringatan berulang terkait penggunaan gigi rendah saat memasuki flyover Kretek. Kemudian dibuat juga talang air untuk mengatasi aquaplaning.

Baca juga: Kecelakaan Parah di Tol Solo-Semarang, Ingat Lagi Soal Blind Spot

Investigasi KNKT terhadap truk yang mengalami rem blong di flyover KretekDOK. KNKT Investigasi KNKT terhadap truk yang mengalami rem blong di flyover Kretek

“Dipasang juga rambu batas kecepatan, segeregasi arus lalu lintas di atas flyover. Selain itu juga ada pemasangan dua lajur penyelamat yang efektif menyelamatkan kendaraan yang alami rem blong,” ucap Wildan kepada Kompas.com, Selasa (22/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua, secara edukatif, dilakukan dengan penyampaian pengetahuan tentang tata cara melalu jalan menurun kepada pengemudi bus dan truk. Edukasi ini bisa melalui Bimbingan Teknis (Bimtek), Focus Group Discussion (FGD), workshop dan lainnya.

“Edukasi bisa juga disampaikan dengan pembutaan buku pintar rem blong, lewat animasi tata cara pengereman di jalan menurun dan sebagainya,” kata Wildan.

Baca juga: Jadi Barang Langka, Kijang Innova Diesel Bekas Masih Rp 200 Jutaan

Terakhir, soal preemptive, berdasarkan analisa KNKT, semua kecelakaan truk yang ODOL bersumber dari jalur distribusi logistik dari Cilacap dan Banjarnegara. KNKT meminta para pemilik usaha untuk melakukan pembatasan muatan agar tidak melampaui daya angkutnya.

“Selain itu, melakukan perjanjian jual beli dan pengangkutan dengan pembeli. Dengan demikian, potensi kendaraan overloading melewati flyover Kretek dapat ditekan mendekati nol,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.