Polisi Bantah Kabar Aturan Bikin SIM Harus Sudah Divaksin

Kompas.com - 22/06/2021, 17:40 WIB
Peserta vaksinasi massal di GOR Pandanaran Wujil Kabupaten Semarang. KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANAPeserta vaksinasi massal di GOR Pandanaran Wujil Kabupaten Semarang.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Baru-baru ini ada kabar soal aturan baru pembuatan SIM, yang mengharuskan pemohon telah menjalani vaksinasi.

Bukan cuma SIM, pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) juga harus menunjukkan sertifikat vaksinasi corona.

Aturan ini sempat tersiar di Polres wilayah Bengkulu, dan kabarnya akan diberlakukan juga di daerah lain jika dinilai berhasil.

Baca juga: Perbedaan Mobil Transmisi Matik dan Manual Saat Melintasi Jalan Menurun

Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan telah menerbitkan Smart SIM, Selasa (8/10/2019). Berbeda dari sebelumya, untuk SIM pintar memiliki berbagai fungsi, salah satunya dapat transaksi tol. Dokumentasi Satpas Cilenggang Polres Tangsel Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan telah menerbitkan Smart SIM, Selasa (8/10/2019). Berbeda dari sebelumya, untuk SIM pintar memiliki berbagai fungsi, salah satunya dapat transaksi tol.

Kepala Sub Direktorat SIM Ditregident Korlantas Polri Kombes Tri Julianto Djatiutomo, mengatakan, kabar tersebut tidak benar.

“Kaitannya orang yang harus vaksin dulu baru dilayani bikin SIM itu salah,” ujar Djati, kepada Kompas.com (21/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Memang di beberapa Satpas ada yang kerjasama dengan pemda agar bisa divaksinasi sekalian,” kata dia.

Baca juga: Kecelakaan Parah di Tol Solo-Semarang, Ingat Lagi Soal Blind Spot

Salah seorang pemohon SIM tengah belajar, sebelum mengikuti ujian praktek SIM di Satlantas Polres Gresik.KOMPAS.com / Hamzah Salah seorang pemohon SIM tengah belajar, sebelum mengikuti ujian praktek SIM di Satlantas Polres Gresik.

Djati juga mengatakan, syarat bikin SIM masih sama dengan sebelumnya, yakni berusia minimal 17 tahun memiliki KTP, sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan surat keterangan dari dokter, serta bisa baca tulis.

Apabila pemohon bisa mengikuti prosedur pembuatan SIM dan dinyatakan lulus, maka SIM sudah bisa dibawa pulang.

Menurutnya, saat ini seluruh Satpas SIM di Indonesia masih dibuka tanpa pembatasan jumlah pemohonn maupun waktu operasional.

Baca juga: Jadi Barang Langka, Kijang Innova Diesel Bekas Masih Rp 200 Jutaan

Pelatihan sopir angkutan umum di Satpas SIM Daan Mogot, Cengkareng, Senin (20/4/2020).Akun Instagram @Polres_Jakbar Pelatihan sopir angkutan umum di Satpas SIM Daan Mogot, Cengkareng, Senin (20/4/2020).

“Pelayanan tetap dibuka selama pandemi Covid-19, enggak ada pengaruh PPKM diperpanjang,” ucap Djati.

“Selama kapasitas cukup tidak membeludak, tiap satpas punya inovasi untuk melakukan protokol kesehatan,” tuturnya.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X