Banyak Jalan Tergenang Saat Hujan, Hati-hati Ban Jeblos ke Selokan

Kompas.com - 17/06/2021, 07:02 WIB
Warga nekat menerjang genangan air di Jalan A Yani Desa Cengkok, Ngronggot, Nganjuk, Selasa (9/3/2021). KOMPAS.com/USMAN HADIWarga nekat menerjang genangan air di Jalan A Yani Desa Cengkok, Ngronggot, Nganjuk, Selasa (9/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com – Kondisi cuaca di Indonesia saat ini kadang tidak menentu. Terkadang ketika turun hujan dengan cukup deras, berbagai ruas jalan menjadi tergenang, sehingga tidak terlihat parit atau selokan.

Ketika mengemudi pada kondisi seperti tadi, tentu bisa saja salah satu ban mobil masuk ke dalam selokan. Jika sudah terjadi, bukan hal yang mudah untuk mengeluarkan mobil dari kondisi tersangkut di selokan.

Lalu bagaimana cara untuk mengemudi ketika jalanan tergenang dengan air sampai selokan tidak terlihat?

Baca juga: Momen Chef Juna Ditampar Saat Pelantikan Klub Motor, Banyak yang Salah Kaprah

Suasana penyedotan genangan air oleh Suku Dinas Sumber Daya Air Kecamatan Jatinegara di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Sabtu (20/2/2021)Theresia Simanjuntal/Kompas.com Suasana penyedotan genangan air oleh Suku Dinas Sumber Daya Air Kecamatan Jatinegara di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Sabtu (20/2/2021)

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, dalam kondisi jalan yang tergenang, pengemudi harus memerhatikan obyek lain yang biasanya ada di tepi jalan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Hal yang harus diperhatikan, pertama pastikan batas-batas jalan terlihat dengan sempurna. Misal ada pohon, trotoar, maupun obyek-obyek yang umumnya ada di pinggir jalan,” ucap Sony kepada Kompas.com, belum lama ini.

Jika obyek tadi tetap tidak terlihat, lebih baik urungkan niat melewati jalan tersebut, karena risiko terperosok tinggi. Apalagi jika jalannya terbuat dari beton, di mana bagian jalan dan selokan punya jarak yang tinggi.

Baca juga: Ancaman Pabrikan Otomotif Imbas Perpanjangan Insentif PPnBM

Selanjutnya, jangan merasa terlalu percaya diri karena mengemudikan mobil yang tinggi seperti SUV. Malahan dengan mobil yang tinggi, pandangan dari pengemudi ke jalan agak jauh sehingga lebih sulit memprediksi jalan.

Terakhir, pengemudi bisa melakukan langkah antisipasi dengan berhenti jika tidak yakin. Lihat kondisi lingkungannya seperti orang, motor, dan pohon, jadikan patokan untuk mengecek seberapa tinggi genangannya.

“Jadi lebih baik balik arah kalau menerabas ternyata berbahaya,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.