Prosedur Keselamatan Penumpang Saat Bus Terguling

Kompas.com - 06/06/2021, 15:01 WIB
Bus jurusan Jakarta-Tasimalaya mengalami kecelakaan dan terguling di Tol Jagorawi KM 42 setelah menabrak truk yang berada di depannya, Senin (16/10/2017) Kontributor Bogor, Ramdhan Triyadi BempahBus jurusan Jakarta-Tasimalaya mengalami kecelakaan dan terguling di Tol Jagorawi KM 42 setelah menabrak truk yang berada di depannya, Senin (16/10/2017)

JAKARTA, KOMPAS.comKecelakaan seperti bus terguling memang kerap terjadi. Misalnya setelah menabrak sebuah obyek dan bus kehilangan kendali sehingga oleng dan akhirnya terguling.

Ketika terguling, penumpang yang ada di kabin tentu akan terombang-ambing dan berisiko cedera. Apalagi jika penumpang tersebut tidak menggunakan sabuk keselamatan yang ada di bangku bus, cedera bisa lebih serius bahkan fatal.

Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah prosedur yang harus diketahui penumpang sebelum kecelakaan seperti bus terguling ini terjadi. Jika penumpang sudah mengetahui prosedurnya, tentu risiko cedera bisa berkurang.

Baca juga: Ini Deretan Mobil Lawas yang Bisa Dijadikan Investasi

Kecelakaan Bus Pariwisata di Sumedang, Jawa BaratKEMENTERIAN PERHUBUNGAN Kecelakaan Bus Pariwisata di Sumedang, Jawa Barat

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, prosedur saat bus terguling terbagi jadi dua, dalam proses mau terguling dan sudah terguling.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau dalam proses terguling, misalnya bus terkena benturan dan mau terguling. Jika penumpang tidak memakai seat belt dan ada indikasi bus mau terguling, berusahalah menahan diri dan bobot badan untuk tetap tidak bergerak dengan cara memegang atau berpijak,” ucap Jusri kepada Kompas.com, Sabtu (5/6/2021).

Karena jika tidak berpegangan, badan bisa terlempar seiring bus terguling, bahkan paling parah bisa keluar dari kabin bus menembus kaca. Kemudian pasca terguling, jangan panik dan terburu-buru keluar dari kabin.

Baca juga: Tarif Bus Patas PO Efisiensi Jawa Tengah dan Jogja Jalur Selatan

“Pastikan badan aman dan tidak mengalami cedera parah. Lalu jangan buru-buru keluar sampai dia bisa memastikan kendaraan tersebut tidak bergerak. Khawatirnya, saat dia bergerak, kendaraan ikut bergerak karena berdiri di permukaan yang labil, seperti tebing,” kata Jusri.

Jika kendaraan sudah aman, baru bisa keluar untuk mencari pertolongan pertama, abaikan barang-barang. Kemudian jika mau menolong penumpang lain, pastikan dahulu dirinya aman atau bisa minta bantuan orang lain.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X