Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Motor Honda yang Disuntik Mati karena Kurang Laku

Kompas.com - 21/05/2021, 12:49 WIB
Aprida Mega Nanda,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bukan rahasia umum lagi bila Honda menjadi penguasa pasar sepeda motor di Indonesia.

Meski begitu, bukan berarti semua produk yang dikeluarkan laris manis, ada juga yang harus disuntik mati karena tidak laku di pasaran.

Ada beragam faktor yang menjadi penyebab suatu model kurang diterima oleh masyarakat, mulai dari penempatan posisi produk dengan model lain, desain, harga jual, hingga teknologi atau inovasi yang diusung.

Baca juga: Cara Merawat Sarung Tangan Motor Supaya Awet

Berikut 3 motor Honda yang gagal menarik minat konsumen:

1. Honda Kirana

Honda Kirana hadir pertama kali pada 2002. Motor ini meluncur ketika Supra X 110 masih eksis di pasaran.

Berbeda dengan Supra X bermesin 110 cc, Honda Kirana memiliki kapasitas mesin yang lebih besar yakni 125 cc. Meski begitu, nyatanya tidak langsung membuat motor ini laris manis di pasaran.

Baca juga: Mendikdasmen Bolehkan "Study Tour", Dedi Mulyadi: Tidak Boleh Anak Piknik di Atas Rintihan Orangtua

Tampilan yang konservatif mengingatkan bentuk Astrea Grand tampaknya cukup berpengaruh pada penjualan.

Masa hidup Kirana terbilang pendek yakni hanya dua tahun. Motor ini pun disuntik mati pada 2004.

2. Honda CS-1

Honda CS-1 merupakan singkatan dari Honda City Sport One yang merupakan karya desainer dari Indonesia. Motor ini meluncur perdana pada 2008, desainnya bisa disebut crossover yakni campuran bebek dengan ayam jago.

Namun, saat itu masyarakat belum bisa menerima desain CS-1 dan tidak sedikit yang menganggap desainnya cukup nyeleneh.

Padahal jika dilihat dengan seksama, desain CS-1 bisa dibilang out of the box ketimbang motor bebek di zamannya.

Baca juga: Mengapa Kerap Terdengar Suara Misterius di Boks CVT Skutik

3. Honda Revo AT

Honda Revo AT diluncurkan oleh Astra Honda Motor pada 2010, motor yang dibekali mesin 110 cc itu mengusung desain bebek matik atau betik. Sebab jika dilihat secara tampilan seperti motor bebek namun memakai transmisi otomatis.

Dengan desain tersebut, Honda optimis bisa punya pasar yang bagus karena memadukan keandalan motor bebek dan kemudahan motor matik.

Sayangnya, konsep ini kurang diterima masyarakat, hal ini dibuktikan dengan hasil penjulan yang kurang bagus. Akhirnya Honda Revo AT pun setop produksi setelah tiga tahun mengaspal tahun 2013.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Komentar
genio menyusul. motor kecil harga mahal. ya pasti game lah


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Negara-negara Eropa Menyesal Beli Jet Tempur F-35 AS, Apa Alasannya?
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau