Evaluasi Larangan Mudik, 2 Juta Lebih Kendaraan Masuk Jakarta

Kompas.com - 20/05/2021, 12:42 WIB
Petugas melakukan pemeriksaan di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPetugas melakukan pemeriksaan di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.

JAKARTA, KOMPAS.com - Usai larangan mudik pada 18 Mei 2021, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mencatat terjadi kenaikan jumlah penumpang pada empat terminal Tipe A yang melayani bus antarkota antar provinsi (AKAP).

Berdasarkan data, jumlah penumpang yang tiba di Jakarta mencapai 3.901 orang, jumlah tersebut naik 13.080 persen dibandingkan 6 Mei 2021. Sementara untuk penumpang yang berangkat 1.918 orang, naik 2.592 persen dibandingkan awal larangan mudik.

"Jumlah penumpang AKAP yang berangkat pada 18 Mei mencapai 1.918 dan yang datang 3.901 orang. Dari jumlah tersebut, 140 penumpang ditolak," ucap Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo, dalam pesan singkatnya kepada Kompas.com, Kamis (20/5/2021).

Baca juga: Pergerakan ke Jabodetabek Naik, Kemenhub Gencarkan Tes Acak Covid-19

Syafrin mengatakan, sepanjang 6-18 Mei 2021, dari hasil pemeriksaan kesehatan ditiga simpul transportasi, yakni Terminal Pulo Gadung, Terminal Kalideres, dan Pelabuhan Kaliadem, ada 7.028 orang yang mengikuti tes GeNose atau antigen dengan jumlah positif 70 orang.

Calon penumpang bersiap naik bus di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (24/4/2020). Pemerintah memutuskan untuk melarang mudik lebaran 2021.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Calon penumpang bersiap naik bus di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (24/4/2020). Pemerintah memutuskan untuk melarang mudik lebaran 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk penumpang angkutan umum perkotaan, rata-rata pada larangan mudik mencapai 729.335 per hari, turun 17,74 persen dibandingkan sebelum adanya peniadaan mudik.

Sementara untuk total jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta, Syafrin mengatakan mencapai 2.496.593 kendaraan. Dengan rincian, 1.002.791 kendaraan melalui Gerbang Tol Utama, dan sisanya 1.493.802 melalui jalan arteri.

"Untuk jumlah kendaraan yang masuk Jakarta sendiri sebanyak 2.154.564 kendaraan. Sebanyak 1.010.812 masuk melalui Gerbang Tol Utama, dan 1.143.752 melalui jalur arteri," kata Syafrin.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dinas Perhubungan DKI Jakarta (@dishubdkijakarta)

Baca juga: Dilarang Putar Balik, Pengendara Motor Keroyok Anggota Dishub

Terkait jumlah kendaraan yang diputar balik, dari delapan pos penyekatan yang disediakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI di jalur arteri, yakni di Kelideres, Joglo, Lampiri, Panasonic, Perintis Kemerdekaan, Kolong FO Cakung-Cilincing, Budi Luhur, dan Pasar Jumat ada 236 jendaraan yang diputar balik selama masa larangan mudik.

Petugas kepolisian memeriksa dokumen pengendara motor yang melintas dari arah Jakarta menuju Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak di pintu Gerbang Tol Merak, Banten, Kamis (6/5/2021) dini hari. Pemeriksaan tersebut terkait larangan mudik Lebaran 2021 yang dimulai dari tanggal 6 hingga 17 Mei sebagai upaya mengantisipasi risiko peningkatan kasus penularan COVID-19 jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H.ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA Petugas kepolisian memeriksa dokumen pengendara motor yang melintas dari arah Jakarta menuju Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak di pintu Gerbang Tol Merak, Banten, Kamis (6/5/2021) dini hari. Pemeriksaan tersebut terkait larangan mudik Lebaran 2021 yang dimulai dari tanggal 6 hingga 17 Mei sebagai upaya mengantisipasi risiko peningkatan kasus penularan COVID-19 jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Sementara pada posko penyekatan di jalan tol, tepatnya pada KM 34 dan jalan non-tol Kedung Waringin, jumlahnya mencapai 10.072 unit yang berhasil dihalau dan di pukul mundur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.