Kebiasaan Pengemudi Pemula Saat Mengemudi Mobil Transmisi Matik

Kompas.com - 20/05/2021, 12:22 WIB
Transmisi otomatis Innova terbaru dengan tipe 6 percepatan KompasOtomotifTransmisi otomatis Innova terbaru dengan tipe 6 percepatan

JAKARTA, KOMPAS.com – Mobil dengan transmisi otomatis memang terkenal akan kepraktisannya. Transmisi otomatis pada mobil mempermudah pengemudi karena tidak perlu lagi menginjak kopling dan mengganti gigi.

Oleh karena itu, beberapa orang saat ini memilih mobil dengan transmisi otomatis untuk jadi mobil pertamanya. Namun, ada beberapa kebiasaan yang dilakukan oleh pengemudi mobil matik yang sebenarnya bisa merusak dan berbahaya.

Training Director The Real Driving Centre Marcell Kurniawan mengatakan, kebiasaan pengemudi pemula ketika mengemudikan mobil matik ada pada cara mengoperasikan tuas transmisinya.

Baca juga: Ini Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Mobil Matik Jalan Menanjak

Rem mobil matikStanly/Otomania Rem mobil matik

“Pertama jangan pernah memindahkan tuas transmisi ke P bila kendaraan belum berhenti sempurna. Kemudian jangan juga berpindah arah, misalnya maju dan mundur tanpa berhenti dengan sempurna,” ucap Marcell kepada Kompas.com, Rabu (19/5/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Transmisi otomatis memang memudahkan pengemudi, cuma melakukan hal yang disebutkan tadi, bisa merusak komponen transmisi. Selain itu, ada juga kebiasaan memindahkan tuas ke posisi N saat jalanan menurun.

“Kalau di turunan dipindahkan posisinya ke N, jelas membahayakan karena tidak ada engine brake,” ucap Marcell.

Baca juga: Ini Perbedaan Sanksi Pengendara Tidak Membawa SIM dan Tak Memiliki SIM

Ketika mobil melaju tanpa ditahan engine brake, mobil bisa tidak terkendali dan rem bekerja lebih keras. Kemudian, ada juga kesalahan pengoperasian seperti menggunakan dua kaki saat mengemudikan mobil matik.

“Kemudian ada juga salah injak pedal gas atau rem saat panik. Lalu menggunakan gear yang tidak tepat di kondisi tertentu, seperti tetap di posisi D saat ditanjakan curam, padahal di mobilnya ada pilihan gigi rendah,” ucapnya.

Honda BR-V saat dipakai melewati jalur menanjak di Petungkriyono, Pekalongan, Jawa Tengahkompas.com Honda BR-V saat dipakai melewati jalur menanjak di Petungkriyono, Pekalongan, Jawa Tengah

Marcell menyayangkan sikap orang yang menggampangkan ketika mengemudikan mobil matik. Mereka juga enggak pernah membaca buku manual atau mengikuti kursus, akirnya salah pengoperasian dan merugikan serta membahayakan diri sendiri dan orang lain.

“Tingkat literasi orang Indonesia rendah. Jadi hal yang biasa beli mobil mahal-mahal, tapi buku manualnya enggak pernah dibaca,” kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.