Pengendara Motor Vs Pengemudi Mobil, Siapa yang Harus Mengalah?

Kompas.com - 20/05/2021, 11:02 WIB
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (8/6/2020). Pada pekan pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dan hari pertama dimulainya kembali aktivitas perkantoran, arus lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan. ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj.Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (8/6/2020). Pada pekan pertama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi dan hari pertama dimulainya kembali aktivitas perkantoran, arus lalu lintas di sejumlah jalan di DKI Jakarta terpantau padat hingga terjadi kemacetan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengendara motor dan pengemudi mobil kerap terlibat konflik di jalan raya. Biasanya perselisihan terjadi karena bergam hal, mulai dari senggolan atau memotong jalur secara tiba-tiba.

Hasilnya, kedua pihak bersiteru karena tidak ada yang mau mengalah. Bukan sekadar mengakibatkan cekcok di jalan, beberapa kasus bahkan berujung hingga baku hantam.

Menanggapi hal ini, Training Director Safety Defensive Consultant Sony Susmana mengatakan, ada beberapa hal yang harus dipahami bagi pengendara motor maupun pengemudi mobil.

“Di jalan raya semua ego dan emosi pengguna jalan pasti akan menjadi satu. Jika sudah terjadi konflik, sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin dan kekeluargaan. Jangan ragu untuk meminta maaf sekalipun tidak sengaja,” ujar Sony saat dihubungi Kompas.com, Rabu (19/5/2021).

Baca juga: Kerja Sama dengan Pabrikan China, KTM akan Hadirkan Motor 750 cc

Untuk menghindari konflik, menurut Sony, sebaiknya pengguna jalan memperhatikan cara mengemudi dengan mengedepankan etika. Saling menghargai dan memberi pengertian.

“Sebaiknya ketika berada di jalan, pengemudi mobil prioritaskan pemotor, karena mengendarai motor itu lebih berat risikonya terutama dalam menjaga keseimbangan,” kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berbeda dengan kendaraan roda empat yang lebih besar, lanjut Sony lebih nyaman dan ber-AC. Tidak kehujanan dan terkena debu.

Ilustrasi pengemudi mobil di jalan. UNSPLASH/takahiro taguchi Ilustrasi pengemudi mobil di jalan.

“Jadi alangkah bijaksana kalau pengemudi mobil memberi jalan kepada pemotor terlebih dahulu,” ucap Sony.

Meskipun untuk perilaku ini tidak ada aturannya dalam Undang-Undang, Sony mengatakan sebaiknya pengguna jalan baik pengendara motor maupun pengemudi mobil selalu berpikir positif dan mengalah, karena itu merupakan salah satu kunci keselamatan.

Baca juga: Beda Jalan Toyota dan Honda Soal Pengembangan Mobil Listrik

“Bagi pengendara motor sebaiknya selalu berkendara di lajur kiri dan jangan melakukan manuver yang agresif. Selain itu, baik pengemudi motor maupun pengendara mobil sebaiknya hindar provokasi dan mengemudilah dengan cara defensive,” ujarnya.

Sony juga mengingatkan, pengendara motor untuk selalu jaga jarak dan mengatur kecepatan.

“Ketika sudah terjadi konflik di jalan jangan segan untuk minta maaf dengan cara angkat tangan,” kata Sony.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X