Kesiapan Hino Sambut Standar Emisi Euro IV

Kompas.com - 28/04/2021, 17:29 WIB
Hino FLX 260 JW DOK. PT HMSIHino FLX 260 JW

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberlakuan wajib standar emisi Euro 4 bagi kendaraan berbahan bakar diesel di Indonesia mengalami penundaan hingga 2022, sebagai dampak dari pandemi virus corona alias Covid-19.

Hal ini sebagaimana tercantum dalam Surat Penundaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia No S 786/MENLHK-PPKL/SET/PKL.3/5/2020 yang tertanggal 20 Mei 2020.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia berencana akan memulai implementasi standar tersebut pada April 2021 setelah pada 2018 berlaku untuk kendaraan bermesin bensin.

Guna menyambut era tersebut, Irwan Supriyono, After Sales Director PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menjelaskan bahwa, Hino secara jantung pacu kendaraan sudah sangat siap karena telah menerapkan mesin Common Rail.

Baca juga: Laboratorium Uji Emisi Heavy Duty Berstandar Euro IV Diresmikan

"Jadi kami sudah lama mengeluarkan Common Rail Engine, untuk memasuki era Euro IV sendiri mesin kami sudah cukup mumpuni, dan tentunya tangguh serta efisien," ujar Irwan dalam diskusi virtual bersama Forwot, Rabu (28/4/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mekanik Hino sedang mengecek truk HinoDOK. PT HMSI Mekanik Hino sedang mengecek truk Hino

Selain itu, langkah lain yang dilakukan seperti meningkatkan layanan penjualan dan purna jual agar bisa menyesuaikan dengan kebijakan Euro IV.

"Kita juga memiliki common rail system simulator sebagai media untuk pembelajaran mekanik mekanik Hino untuk menyambut era Euro IV," ucap dia.

Irwan menjelaskan, Hino merupakan produsen kendaraan komersial pertama di dunia yang mengembangkan mesin common rail. Sejak 1995 Hino Motor Limited (HML), Japan terus mengembangkan mesin Hino common rail untuk menghasilkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik.

Mekanik Hino sedang servis perawatan trukDOK. PT HMSI Mekanik Hino sedang servis perawatan truk

 

"Konsumen tidak perlu khawatir akan ketangguhan dan efisiensi mesin common rail Hino, karena ini sudah dibuktikan pada produk – produk yang sudah beroperasi di Indonesia," kata dia.

Mesin tersebut sudah diterapkan pada Hino Bus RN 285 common rail yang dimiliki oleh PO Sinar Jaya dan PO Harapan Jaya, armada - armadanya berhasil menempuh jarak 1.000.000 km tanpa sekalipun dilakukan over haul.

Bus – bus ini merupakan kendaraan yang setiap harinya menempuh rute Tol Trans Jawa yang melayani berbagai tujuan ke kota - kota di Pulau Jawa.

Selain bus, Hino700 series juga tidak pernah mengalami kendala yang berarti, sejak 2011 menggunakan mesin common rail di area pertambangan, truk ini tidak pernah mengalami kendala sama sekali ketika beroperasi.

Begitupun dengan Hino Dutro yang sedang dalam tahap uji menggunakan mesin common rail, di mana hasil uji yang dilakukan sejak April 2019, Hino Dutro berhasil dan memperoleh hasil yang baik untuk mengangkut beban yang berat dan jarak tempuh yang jauh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.