Ojol Bawa Muatan Besar, Antara Terpaksa dan Pengirim yang Tega

Kompas.com - 28/04/2021, 04:22 WIB
Foto-foto driver GoJek mengangkut muatan besar seperti mesin cuci atau kulkas. Facebook: Jakarte Punye CeriteFoto-foto driver GoJek mengangkut muatan besar seperti mesin cuci atau kulkas.

JAKARTA, KOMPAS.com - Belum lama ini, viral video pengemudi ojek online (ojol) yang membawa sepeda orang dewasa menyenggol mobil. Pemilik mobil yang emosi langsung memukul pengemudi ojol di pinggir jalan.

Kondisi ini serba salah, karena sejatinya sepeda motor bukan kendaraan niaga untuk mengangkut barang. Walaupun bisa bawa barang, tapi terbatas sesuai aturan yang berlaku. Namun, si pengemudi mobil juga tidak bisa serta-merta melukai orang lain karena merupakan tindakan pidana.

Ketika mengendarai sepeda motor, sudah diatur ketentuan dalam membawa barang. Ketentuannya ditulis dalam Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan. Untuk barang bawaan, peraturannya merujuk ke pasal 10 ayat (4) dan pasal 11.

Baca juga: Insiden Ojol Angkut Paket Sepeda Senggol Mobil

Muatan pada motor memiliki lebar tidak melebihi setang kemudi dan barang muatan juga harus ditempatkan di belakang pengendara. Selain itu, tinggi barang bawaan juga tidak boleh melebihi 900 milimeter atau kurang dari satu meter dari atas tempat duduk pengemudi.

Ojol dipukul karena menyenggol mobil dengan barang bawaannya yang besarDok. @warung_jurnalis Ojol dipukul karena menyenggol mobil dengan barang bawaannya yang besar

Meski demikian, masih saja ada pengemudi ojol yang kedapatan membawa muatan yang besar, ukurannya jauh dari yang diperbolehkan regulasi. Padahal, tindakan tersebut dapat mempengaruhi keselamatan berkendara.

Ketua Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia Igun Wicaksono, mengatakan, terkadang pengirim juga suka melanggar ketentuan yang ada. Sedangkan pihak ojolnya, karena sepi, mau tidak mau mengambil order tersebut.

Baca juga: Ojol Bawa Muatan Besar, Jangan Semua Diangkut Motor

"Jadi, akhirnya ada beberapa teman-teman yang mengambil kiriman di luar ketentuan dimensi atau berat dari kapasitas yang seharusnya dibawa oleh pengemudi ojol. Sehingga, terkadang hal ini menimbulkan permasalahan di jalan," ujar Igun, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (27/4/2021).

Igun menambahkan, pengemudi sebenarnya berhak untuk menolak. Tapi, ada beberapa yang terpaksa mengambil order di luar ketentuan, karena faktor sepi. Tapi, jika tidak diambil order tersebut juga akan mempengaruhi dari performa atau penilaian kerja dari penyedia aplikasi.

Motor angku barang lebihi kapasitas Foto: Instagram/dramaojol.id Motor angku barang lebihi kapasitas

"Jadi, selain karena pengemudi ojol terpaksa, dari pihak pengirim juga biasanya tega dan melanggar. Mereka tahu barang yang akan dikirim terlalu besar untuk menggunakan motor, tapi karena harganya murah, akhirnya menggunakan jasa motor," kata Igun.

Padahal, untuk pengiriman barang yang dimensinya cukup besar, ada pilihan, seperti GoBox, Grab Box, dan jasa pengiriman lainnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X