Begini Pengakuan Emak-emak Pengendara Motor yang Sengaja Masuk Tol

Kompas.com - 27/04/2021, 19:26 WIB
Pengendara motor secara sengaja nekat masuk tol Dok. @dashcamindonesiaPengendara motor secara sengaja nekat masuk tol

JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, viral video yang memperlihatkan pengendara sepeda motor sengaja masuk tol. Tak butuh waktu lama, pihak kepolisian sudah berhasil menangkap pelanggar tersebut.

Pengendara motor tersebut viral melalui video yang diunggah oleh akun Instagram @dashcamindonesia. Dalam video tersebut, terlihat pengendara motor sengaja masuk tol dengan melakukan tapping kartu.

Baca juga: Video Viral Emak-emak Naik Motor Nekat Masuk Tol, Bisa Tap Kartu

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, pemotor perempuan berinisial B yang melintasi Tol Angke 1, Jakarta Utara, mengaku tidak mengetahui jalan di Jakarta.

"Ini pengakuannya tidak terlalu hafal dengan Jakarta. Kemudian jalan gunakan GPS, tetapi dia diarahkan ke jalan tol," kata Yusri kepada wartawan, Selasa (27/4/2021).

Baca juga: Pengendara Motor Perempuan yang Masuk Tol Angke Mengaku Tak Tahu Jalan di Jakarta

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yusri menambahkan, motor yang digunakan pun merupakan motor pinjaman dari temannya.

"Dia minjam motor juga kepada temannya inisial T. Temannya saat diperiksa juga mengakui kalau telah meminjamkan motor ke B," kata Yusri.

Pengendara motor secara sengaja nekat masuk tolDok. @dashcamindonesia Pengendara motor secara sengaja nekat masuk tol

Kepala Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Metro Jaya AKP Bambang Krisnady mengatakan, pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara motor tersebut adalah memasuki jalan tol dengan sengaja dan melanggar rambu-rambu yang ada.

"Maka berdasarkan UU nomor 38 tahun 2004 akan dikenakan sanksi pidana berupa pidana kurungan selama 14 hari dan denda paling banyak Rp 3 juta, sementara berdasarkan UU nomor 22 tahun 2009 dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000," ujar Bambang, dalam keterangan resminya, beberapa waktu lalu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Jasa Marga masih belum memberikan pernyataan terkait bagaimana sepeda motor bisa terdeteksi saat pengendara melakukan tapping kartu di gerbang tol otomatis (GTO).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X