Indonesia Tolak Perjalanan dari India, Impor Mobil Belum Ada Kendala

Kompas.com - 25/04/2021, 08:01 WIB
Ilustrasi wisatawan - Seorang wisatawan di Taj Mahal India (Photo by Arash Bal on Unsplash). Photo by Arash Bal on UnsplashIlustrasi wisatawan - Seorang wisatawan di Taj Mahal India (Photo by Arash Bal on Unsplash).
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah RI resmi menerbitkan kebijakan untuk menolak masuk pelaku perjalanan internasional dari wilayah India mulai Sabtu, 24 April 2021.

Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jhoni Ginting, mengatakan, aturan ini diterapkan untuk menyikapi lonjakan dinamika terbaru kasus harian Covid-19 di India.

Menurutnya, penolakan masuk berlaku bagi seluruh orang asing yang mempunyai riwayat perjalanan dari wilayah India dalam kurun waktu 14 hari sebelum masuk wilayah Indonesia.

Baca juga: Bukan Bentrok, Ini Penjelasan Kasus Ambulans Lawan Patwal

Impor mobil dari Jepang tertunda masuk ke Selandia Baru.CARSCOOPS.com Impor mobil dari Jepang tertunda masuk ke Selandia Baru.

“Selain menolak masuk orang asing, kami juga menghentikan sementara penerbitan visa bagi warga negara India,” ujar Jhoni, dalam keterangan resmi (24/4/2021).

Mengingat situasi Covid-19 di India yang memburuk, bagaimana dampak bagi agen pemegang merek (APM) yang masih mengimpor mobil dari sana?

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Harold Donnel, Head of 4W Brand Development & Marketing Research PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), mengatakan, belum ada dampak bagi impor mobil terkait dengan kebijakan larangan perjalanan dari India ke Indonesia.

Baca juga: Ribuan Polisi Jaga Pos Penyekatan Larangan Mudik Lebaran 2021

Ignis, walaupun harganya lebih murah dari Vitara Brezza ataupun Ertiga, dijual di diler premium Suzuki Nexa di India.Febri Ardani/KompasOtomotif Ignis, walaupun harganya lebih murah dari Vitara Brezza ataupun Ertiga, dijual di diler premium Suzuki Nexa di India.

“Karena skema pengiriman barang berbeda dengan transportasi manusia,” ucap Harold, kepada Kompas.com (24/2/2021).

“Jadi terlepas dari itu, selama ini kalau pengiriman barang atau mobil dari negara manapun ke Indonesia itu sudah dengan protokol kesehatan sendiri. Jadi seharusnya tidak ada permasalahan,” tuturnya.

Menurutnya, justru perhatian lebih tertuju pada operasional pabrik di India apakah pemerintah di sana memberlakukan lockdown atau tidak.

Baca juga: Elbow Down, Gaya Menikung Jorge Martin yang Fenomenal

Fasilitas produksi baru Suzuki di Cikarang, Jawa Barat, menyerap investasi 1 miliar dollar AS.M Lulut Fasilitas produksi baru Suzuki di Cikarang, Jawa Barat, menyerap investasi 1 miliar dollar AS.

“Karena kalau lockdown kan pabrik berhenti. Tapi itu yang nanti mesti kita lihat dulu. Tapi kalau masalah pengiriman tidak ada masalah,” kata dia.

Sementara itu, Marketing and Development Division Head PT Kreta Indo Artha (KIA) Ario Soejo, mengatakan, sampai saat ini belum ada perubahan apapun terkait pengiriman mobil dari India.

“Mobil itu barang mati, yang ditutup kan perjalanan orang,” ujar Ario, kepada Kompas.com (24/2/2021).

Baca juga: Dirangsang Insentif, Toyota Innova dan Fortuner Tumbuh Subur

Salah satu Dealer Kia di Jakarta yang menawarkan empat line-up utamaGridOto.com Salah satu Dealer Kia di Jakarta yang menawarkan empat line-up utama

“Kalau port di sana lockdown karena covid, itu bisa jadi pemicu delay. Tapi sampai saat ini belum ada informasi apapun yang menyampaikan demikian,” katanya.

Ario juga menambahkan, harus ada pembeda yang jelas antara pengiriman barang dan manusia jika ingin melakukan pembatasan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X