Jasa Marga Mulai Koordinasi Titik Penyekatan Mudik di Jalan Tol

Kompas.com - 15/04/2021, 09:02 WIB
Petugas memeriksa kendaraan roda empat di Jalan tol Jakarta - Cikampek Km 47, Karawang, Jawa Barat, Rabu (6/5/2020). Penyekatan akses transportasi di tol Jakarta - Cikampek tersebut sebagai tindak lanjut kebijakan larangan mudik dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/foc. ANTARA FOTO/Muhamad Ibnu ChazarPetugas memeriksa kendaraan roda empat di Jalan tol Jakarta - Cikampek Km 47, Karawang, Jawa Barat, Rabu (6/5/2020). Penyekatan akses transportasi di tol Jakarta - Cikampek tersebut sebagai tindak lanjut kebijakan larangan mudik dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk, ikut mendukung keputusan larangan mudik yang akan berlaku pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Termasuk kesiapan titik penyekatan menghalau pemudik di jalan tol.

Dwimawan Heru, Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga mengatakan, pihaknya secara intens berkoordinasi dengan stakehlder, mulai dari kepolisian sampai Dinas Perhubungan Darat.

"Jasa Marga mendukung penuh pelaksanaan check point/lokasi penyekatan di jalan tol yang titik lokasi untuk penyekatannya akan diputuskan berdasarkan diskresi kepolisian," ucap Heru dalam keterangan resminya, Rabu (14/4/2021).

Baca juga: Antisipasi Pemudik Colongan, 16 Jalan Tikus di DKI Dijaga Ketat

Untuk itu, Heru mengatakan Jasa Marga bakal turut serta menyiagakan saranan dan prasarana, termasuk personel, guna mendukung pelaksanaan pengawasan dengan kepolisian di lokasi penyekatan.

Pintu masuk Tol Layang Jakarta - Cikampek diberi barikade setelah penutupan sementara,  Jumat (24/4/2020). Penutupan tol layang ini terkait pemberlakuan larangan mudik mulai mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Pintu masuk Tol Layang Jakarta - Cikampek diberi barikade setelah penutupan sementara, Jumat (24/4/2020). Penutupan tol layang ini terkait pemberlakuan larangan mudik mulai mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Secara terpisah, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Pol Istiono, sudah memastikan bila titik-titik penyekatan pada larangan mudik tahun ini akan dibuat lebih banyak dari 2020.

Hal tersebut diputuskan berdasarkan hasil evaluasi tahun lalu. Dari sebelumnya hanya 146 titik, untuk penyelanggaran penyekatan di 2021 ditingkatkan jadi 333 titik.

"Saya pastikan, untuk jalur utama, Lampung sampai Bali kita bangun 333 penyekatan dan saya pastikan jalur-jalur tersebut sudah kita evaluasi dari pelaksanaan tahun lalu," ucap Istiono menyitat KorlantasPolri.go.id, Rabu (14/4/2021).

Baca juga: Polisi Jamin Tidak ada Kendaraan yang Lolos Mudik Lebaran 2021

Petugas melakukan pemeriksaan pada H-1 Lebaran di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2020). Larangan diberlakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Petugas melakukan pemeriksaan pada H-1 Lebaran di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2020). Larangan diberlakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.

Menurut Istiono, dari beberapa titik penyekatan yang ada untuk arus mudik, paling berat ada pada jalur Jakarta menuju Jawa Barat. Hal tersebut lantaran diprediksi menjadi jalur alternatif bagi para pemudik.

"Masalah ini semua karena empat moda transportasi di ditiadakan, dibatasi, hanya izin khusus saja yang bisa, maka semua akan beralih ke kendaraan pribadi dan roda dua. Oleh karena itu jalur alternatif, atau jalur arteri, menjadi tumpuan," ucap Istiono.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X